Tingkatan seorang muslim

Seorang Muslim hendaknya berilmu sebelum mengamalkan apa yang ia ketahui, kemudian mendakwahkannya

Keutamaan Shalat Isroq

Setiap muslim tentunya menginginkan pahala yang besar dari setiap ibadahnya, salah satunya shalat isroq yang dilalaikan pada saat ini

Tips menghafal Al Qur'an bagi orang sibuk

Kurangnya pengetahuan kita mengenai manajemen waktu membuat kita belepotan dalam menghafal.

Bunga Yang Istimewa Hanya untuk Yang Istimewa

Allah telah menjamin bagi orang-orang yang selalu memperbaiki diri, dengan pasangan yang memperbaiki diri. begitu juga yang Istimewa sebagaimana diibaratkan cermin

Tips Menjemput Jodoh

Jodoh adalah persoalan yang sensitif bagi ereka yang merasa berumur, mari mempersiapkan diri

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 September 2022

Keistiqomahan

Duri di jalan tak selamanya 
namun amal akan kekal
sesiapa yang menyingkirkan duri maka ia mendapatkan balasan yang kekal 



Minggu, 04 Oktober 2015

Kampanye Kondom dan Melestarikan Zina

Segala puji bagi Allah, Rabb yang telah menetapkan yang halal dan haram untuk kebaikan semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Sudah ada rencana dari sebagian orang saat ini untuk melakukan kampanye penggunaan kondom karena melihat fakta kenaikan praktek aborsi di kalangan remaja serta peningkatan jumlah penderita penyakit seks menular. Penggunaan kondom dinilai bisa mengurangi ekses buruk dari hubungan seks yang tidak aman, katanya. Dan kampanye ini menyasar kelompok seks beresiko yaitu para remaja.
Muslim.Or.Id menganggap penting sekali membahas masalah kampanye ini karena mengingat seakan-akan zina itu dilegalkan dengan semakin disebarkannya kondom pada para remaja.
Setiap Larangan Mengandung Maslahat
Setiap yang wajib dan yang dilarang pasti dibangun di atas maslahat. Syaikh As Sa’di dalam bait sya’ir qowa’id fiqhnya mengatakan,

الدين مبني على المصالح
في جلبها والدرء للقبائح
Ajaran Islam dibangun di atas maslahat
Ajaran tersebut mengandung maslahat dan menolak mudhorot (bahaya)
Dalil-dalill yang menunjukkan bahwa ajaran Islam mengandung maslahat dan menolak mudhorot (bahaya) adalah sebagai berikut:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS. Al Anbiya’: 107). Jika syari’at itu rahmat, maka konsekuensinya pasti ajaran Islam selalu mendatangkan maslahat dan menolak bahaya.
Begitu pula dalam ayat,
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (QS. Al Maidah: 3). Sempurnanya nikmat adalah dengan sempurnanya ajaran agama ini. Dan sebagai tandanya, ajaran ini pasti selalu mendatangkan maslahat dan menolak mudhorot.
Begitu juga dalam berbagai ajaran Islam jika kita tilik satu per satu, kadang diberikan alasan bahwa ajaran tersebut mendatangkan maslahat bagi hamba. Sebagaimana dalam hukum qishash, Allah Ta’ala berfirman,
وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 179).
Allah Ta’ala menjadikan sesuatu halal dan haram pasti ada maslahat di balik itu semua. Kadang maslahat -atau dapat kita katakan hikmah- diketahui, kadang pula samar atau tidak diketahui. Shalat, puasa dan zakat sebagai rukun Islam memiliki maslahat baik yang kembali pada individu maupun masyarakat. Begitu pula syirik, zina, pembunuhan, perampokan adalah suatu yang terlarang dan hal ini pun ada maslahat, tidak begitu saja kita dilarang tanpa maksud apa-apa.
Zina dan Akibatnya
Terkhusus zina, perbuatan ini adalah termasuk dosa besar yang amat berbahaya. Allah Ta’ala dalam beberapa ayat telah menerangkan bahaya zina dan menganggapnya sebagai perbuatan amat buruk sebagaimana dalam ayat,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra’: 32)
Dalam ayat lainnya, Allah Ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya).” (QS. Al Furqon: 68). Artinya, orang yang melakukan salah satu dosa yang disebutkan dalam ayat ini akan mendapatkan siksa dari perbuatan dosa yang ia lakukan.
Ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, dosa apa yang paling besar di sisi Allah?” Beliau bersabda, “Engkau menjadikan bagi Allah tandingan, padahal Dia-lah yang menciptakanmu.” Kemudian ia bertanya lagi, “Terus apa lagi?” Beliau bersabda, “Engkau membunuh anakmu yang dia makan bersamamu.” Kemudian ia bertanya lagi, “Terus apa lagi?” Beliau bersabda,
ثُمَّ أَنْ تُزَانِىَ بِحَلِيلَةِ جَارِكَ
Kemudian engkau berzina dengan istri tetanggamu.” Kemudian akhirnya Allah turunkan surat Al Furqon ayat 68 di atas.[1]  Di sini menunjukkan besarnya dosa zina, apalagi berzina dengan istri tetangga.
Dalam hadits lainnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا زَنَى الرَّجُلُ خَرَجَ مِنْهُ الإِيمَانُ كَانَ عَلَيْهِ كَالظُّلَّةِ فَإِذَا انْقَطَعَ رَجَعَ إِلَيْهِ الإِيمَانُ
Jika seseorang itu berzina, maka iman itu keluar dari dirinya seakan-akan dirinya sedang diliputi oleh gumpalan awan (di atas kepalanya). Jika dia lepas dari zina, maka iman itu akan kembali padanya.”[2]
Inilah besarnya bahaya zina. Oleh karenanya, syariat Islam yang mulia dan begitu sempurna sampai menutup berbagai pintu agar setiap orang tidak terjerumus ke dalamnya. Karena ada keadah fikih yang sudah ma’ruf di kalangan ulama, “Perantara menuju haram, maka dihukumi haram.” Maka menyentuh wanita, berdua-duaan dengan lawan jenis, campur baur antara pria dan wanita, memandangi wanita disertai syahwat adalah suatu yang terlarang karena semua perbuatan ini nantinya dapat mengantarkan pada kerusakan yang lebih besar yaitu zina.
Akibat zina jika hukum Islam diterapkan, maka akan dikenai hukuman had. Zina yang dikenai hukuman had di sini adalah jika terjadi perbuatan seks di kemaluan atau di dubur. Jika yang melakukannya adalah orang yang telah menikah, maka keduanya dihukum rajam hingga mati. Jika belum menikah, hukumannya adalah dicampuk 100 kali dan diasingkan dari negerinya selama setahun. Hukum diasingkan di sini bisa tergantikan dengan hukuman penjara untuk saat ini. Hukum had bagi pezina bisa diterapkan jika ada ikrar sebanyak empat kali atau ada saksi sebanyak empat orang yang adil yang menjadi saksi perbuatan zina tersebut. Allah Ta’ala berfirman,
الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِئَةَ جَلْدَةٍ
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera” (QS. An Nur: 2).[3]
Jika seseorang mengetahui bahaya zina dan akibatnya, seharusnya setiap orang semakin takut pada Allah agar tidak terjerumus dalam perbuatan tersebut. Rasa takut pada Allah dan siksaan-Nya yang nanti akan membuat seseorang tidak terjerumus di dalamnya.
Seks Beresiko Tetaplah Zina Walau dengan Kondom
Yang haram tetaplah haram. Zina tetaplah zina walau dengan berbagai alasan semisal suka sama suka atau menggunakan alat kontrasepsi untuk hubungan intim. Tidak bisa kita menyatakan yang haram itu menjadi boleh kecuali dengan satu alasan yaitu darurat. Namun ada tiga hal yang dijelaskan para ulama bahwa perbuatan tersebut tetaplah tidak boleh dilakukan walau dalam kondisi darurat, yaitu (1) syirik[4], (2) pembunuhan, dan (3) zina.[5] Jadi tidak bisa seseorang beralasan, “Kita legalkan saja penggunaan kondom bagi para pelaku seks beresiko.” Yang dimaksud pelaku seks beresiko adalah kalangan remaja di luar nikah. Tujuannya melegalkan kondom di sini adalah agar tidak terjadi penyakit seks menular seperti HIV/AIDS. Melegalkan seperti ini sama saja melegalkan zina. Dan alasan seperti itu bukanlah alasan darurat untuk melegalkan kondom bagi para remaja di luar nikah.
Kami tidak habis pikir, kenapa jika ingin menekan penyakit seks pada remaja atau menekan aborsi mesti dengan kondom? Bukankah malah hal ini semakin menambah jumlah seks bebas, alias zina? Walau memakai kondom sekalipun, jika telah bertemu dua kemaluan, tetaplah disebut zina. Taruhlah memakai kondom itu aman dari penyakit seks, namun tidak bisa aman dari murka Allah pada pelaku zina.
Meskipun memakai kondom pula tetap ada resiko bisa “jebol” dan terjadilah apa yang terjadi yaitu hamil di luar nikah. Karena apa yang Allah kehendaki pastilah terjadi, tidak ada yang bisa menghalanginya. Kalau Allah takdirkan hamil, meski memakai kondom sekalipun, hamil pun bisa terjadi. Akhirnya pilihannya aborsi. Sehingga kami menilai menyarankan kondom dalam hal semacam itu, sungguh saran yang tidak tepat.
Didiklah Remaja dengan Pendidikan Agama
Jika ingin menekan penyakit seks, sebenarnya tidak usah berpikir jauh dengan melakukan kampanye kondom, apalagi sampai dikhususkan pada pelaku seks beresiko, alias pelaku hubungan “sex before marriage”, yang tidak lain sama saja dengan zina. Penyakit seks itu bisa ada karena tindak keharaman yang dilakukan. Tidak mungkin Allah menimpakan penyakit seks pada suatu kaum melainkan karena ada sebab yaitu perbuatan dosa yang dilakukan. Bukankah Allah telah berfirman,
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (QS. Asy Syura: 30). Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
وَالْمَصَائِبُ : بِسَبَبِ ذُنُوبِ الْعِبَادِ وَكَسْبِهِمْ
Musibah itu datang karena sebab dosa yang hamba perbuat dan karena kesalahan mereka.[6] Jadi, penyakit seks seperti HIV/AIDS bisa menular dan akan terus menjalar ke para remaja karena tindak seks bebas yang dilakukan.
Solusi agar musibah penyakit ini terangkat bukanlah dengan menggembar-gemborkan kondom, namun mengajak setiap orang untuk bertaubat dari zina. ‘Ali bin Abi Tholib berkata,
ما نزل بلاء إلا بذنب ولا رفع بلاء إلا بتوبة
Tidaklah musibah itu turun melainkan karena dosa. Dan tidaklah musibah bisa terangkat melainkan dengan bertaubat.[7]
Bagaimana setiap orang bisa bertaubat dan mengetahui zina itu berbahaya? Tentu saja dengan belajar agama. Kalau kondom disebarkan, para  remaja malah nanti akan melegalkan seks bebas karena sudah ada alat pengaman. Sehingga tidak perlu bersusah payah dan mengeluarkan biaya besar untuk menyebarkan kondom ke kalangan remaja atau bahkan sampai masuk sekolah. Kenapa tidak mengambil jalan untuk memberikan porsi lebih dalam pendidikan agama? Ini tentu akan lebih ampuh menekan penyakit seks, bahkan menekan zina atau seks bebas. Karena remaja yang paham agama tentu akan menjadi berakhlak lebih baik. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ
Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.”[8]
Sedangkan yang tidak mencintai ilmu agama sama sekali, maka tentu akan jauh dari kebaikan. Sebagaimana Imam Syafi’i pernah mengatakan,
مَنْ لَا يُحِبُّ الْعِلْمَ لَا خَيْرَ فِيهِ
Siapa yang tidak mencintai ilmu (agama), tidak ada kebaikan untuknya.”[9]
Jika pendidikan agama ini diperhatikan bahkan diberi porsi lebih bukan seperti sekarang ini hanya 2 jam dalam seminggu, tentu keadaan remaja akan menjadi lebih baik. Apalagi ditunjang lagi dengan pendidikan orang tua di rumah dan kesadaran orang tua agar anaknya tidak berperilaku bebas dalam bergaul, niscaya kenakalan seks remaja akan bisa ditekan dengan izin Allah. Namun semua ini bisa tercapai dengan ‘inayah (pertolongan) Allah. Hanya dengan do’a dan tawakkal pada Allah, semua bisa menjadi lebih baik dari sekarang ini.
Karena agama ini adalah nasehat, yaitu selalu menginginkan kebaikan pada yang lain, maka kami sangat berharap suara dari rakyat kecil seperti kami ini bisa tersampaikan kepada para pembesar negeri ini. Hanya kembali kepada Islam dan membuat sadar masyarakat kepada ilmu agama, itulah yang akan semakin membuat negeri dan masyarakat kita semakin baik. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamm bersabda,
إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَ يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ
Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah, mengikuti ekor sapi (maksudnya: sibuk dengan peternakan), ridha dengan bercocok tanam (maksudnya: sibuk dengan pertanian) dan meninggalkan jihad (yang saat itu fardhu ‘ain), maka Allah akan menguasakan kehinaan atas kalian. Allah tidak akan mencabutnya dari kalian hingga kalian kembali kepada agama kalian.[10]
Marilah kita kembali pada agama kita dengan memberikan porsi lebih dalam pendidikan agama. Semoga Allah melepaskan kita dari berbagai musibah yang menimpa negeri ini, memberikan kita pemimpin yang adil dan membawa kebaikan bagi rakyat serta peduli akan agama rakyatnya, semoga pula Allah menganugerahkan negeri kita kebaikan dan keberkahan.
إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali” (QS. Hud: 88).
Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

@ Ummul Hamam, Riyadh, KSA, 1 Sya’ban 1433 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Muslim.Or.Id


[1] HR. Bukhari no. 7532 dan Muslim no. 86.
[2] HR. Abu Daud no. 4690 dan Tirmidzi no. 2625. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[3] Lihat Manhajus Salikin, 239-240 dan penjelasan dari Syaikh Kholid Al Khosylan dalam Dauroh Kitab Manhajus Salikin di Masjid Ar Rojhi Sya’ban 1433 H.
[4] Para ulama katakan bahwa syirik dengan lisan dibolehkan ketika dalam keadaan darurat namun hati harus tetap dalam keadaan yakin dan beriman. Namun untuk selain lisan tidak diperkenankan walau dalam keadaan darurat.
[5] Faedah dari Dauroh Kaedah Fiqhiyyah bersama Syaikh Prof. Dr. ‘Abdus Salam Asy Syuwai’ir, Sya’ban 1433 H.
[6] Majmu’ Al Fatawa, 1: 42.
[7] Lihat Al Jawabul Kaafi, Ibnul Qayyim, hal. 49.
[8] HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037.
[9] Lihat Mughnil Muhtaj, 1: 31.
[10] HR. Abu Daud no. 3462. Lihat ‘Aunul Ma’bud, 9: 242.


Untukmu Wahai Orangtua Pecinta Dunia Maya

Nasehat asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafidzahullahu Ta’ala

Segala puji hanyalah milik Allah yang menjadikan anak-anak shalih menjadi penyejuk mata bagi kedua orang tuanya yang shalih. Aku bersaksi tiada illah yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, Dialah wali bagi orang beriman. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, Nabi yang paling utama di antara para nabi. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada beliau, keluarga beliau, sahabat-sahabat beliau, serta orang yang mengikuti petunjuk beliau hingga hari kiamat.
Wahai manusia sekalian, perlu diketahui bahwa masyarakat yang baik dibangun di atas pergaulan dan rumah tangga yang baik. Sementara rumah tangga yang baik disokong oleh peran seorang istri yang shalihah. Untuk itu seorang laki-laki muslim wajib memilih istri yang shalihah. Sebagaimana wejangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
Pilihlah wanita karena agamanya, niscaya engkau akan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaihi).
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ
Wanita-wanita shalihah lagi bertakwa, menjaga diri saat ditinggal suaminya.” (QS an-Nisa’: 34) .
Hendaknya seorang laki-laki memilih istri yang shalihah karena dia adalah penopang rumah tangga, pendidik anak-anak sekaligus penjaga rahasia-rahasia suaminya. Adapun makna firman Allah Ta’ala,
[فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَات] yaitu wanita-wanita yang taat kepada Allah.
[حَافِظَاتٌ لِلْغَيْب] yaitu jika suami pergi meninggalkan istri maka sang istri berusaha menjaga dirinya, harta suami, dan anak-anaknya sampai suaminya kembali.
Wahai hamba-hamba ar-Rahman, diantara bentuk doa yang mereka panjatkan,
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ
Wahai Rabb kami anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan yang menyejukkan pandangan.”

Selasa, 09 Juni 2015

Sebuah Kegundahan

Semakin waktu berlalu, semakin pupuslah rasa itu
Untuk sebuah penantian akan waktu
Dari sekian banyak kejadian
Semua akan berubah dalam hitungan
Walau asa masih semburatkan keinginan
Namun hati telah laksanakan
Keinginan jiwa yg mulai enggan

Keambiguan

Seiring waktu berlalu searah
Keambiguan itu akan terjawab sudah
Mereka yang terus bertanya kepayah
Akan tahu jawaban setelah tak lelah
Karena setiap benang takdir kan terajut
Walaupun keinginan manusia selalu ikut
Tetapi disitulah indah kan terpahat
Oleh Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Kuat
Tetapi disanalah jawaban
Sang perajut asa menunggu harapan
Penuh kesabaran dan sedikit kegelisahan
‪#‎maghribsenjaUNYwates‬
#0806201518.13pm
#@arifmy

Pelecut Jiwa

Bertasbihlah 33x, berhamdalah 33x, bertakbirlah 33x,
Perjuangan memang belum usai
kembali untuk melecutkan diri
dibawah lampu mentari
Wahai Jiwa Yang malas
bukankah Tuhanmu tidak pernah malas untuk selalu memberikanmu rejeki
sekiranya semenit saja engkau tidak merasakan nikmatnya udara ini
niscaya engkau menjadi perugi di setiap inci

Jumat, 08 Mei 2015

Tanggung Jawab Pendidikan Orang Tua Terhadap Anak (1)

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya, seorang penguasa adalah pemimpin dan akan ditanya tentang rakyatnya, seorang suami adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang apa yang akan dipimpinnya, seorang istri adalah pemimpin dalam rumah suaminya dan dia akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya" (HR. Bukhari No. 844) 
Para pembaca yang berbahagia yang berbahagia. Ana merupakan nikmat Allah Azza Wa Jalla yang wajib disyukuri oleh kedua orangtua. Orangtua, dalam hal ini ayah dan bunda memikul tanggungjawab yang besar didalam menunaikan hak-hak mereka. Sebuah amanah yang akan ditanya oleh Allah kelak pada hari kiamat. adapun tanggung jawab orangtua terhadap anak yang paling utama dan pertama kali hars ditunaikan sebelum perkara-perkara yang lainnya adalah menyelamatkan mereka dari siksa api neraka. Allah berfirman dalam surat At Tahrim: 6 yang artinya:" Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang diperintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan"
Kalimat "peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka" ditafsirkan oleh Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu" Ajarilah diri-diri kalian dan keluarga kalian dengan kebaikan dan akhlak (Fathul Qadir juz hal 258) Al Imam ath-Thabari berkata, "maka wajib bagi kita untuk mendidik anak-anak kita dengan agama, kebaikan dan akhlak yang baik."Fathul Qadir Juz hal.257) 
Maka sungguh sangat aneh kalau kita perhatikan sebagian orangtua merasa sedih dan galau kalau anak-anaknya bodoh atau prestasinya rendah selama di sekolah. Namun mereka tidak peduli dan hatina tergerak melihat anak-anaknya mengalami kebobrokan iman dan dekadensi moral. Kita dapati pula sebagian orangtua, hati mereka risau melihat anak-anaknya suka membolos ketika sekolah namun sebaliknya merasa nyaman tatkala anak-anaknya didapati tidak hadir dalam shalat berjamaah di masjid atau tidak mengikuti majelis ilmu yang diadakan oleh seorang 'alim. Padahal Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalm telah mengancam kepada orangtua yang demikian keadaanyya, "tidaklah seorang hamba yang diberikan tanggungjawab oleh Allah kemudian dia tidak memberikan nasehat terhadap orang yang berada dibawah tanggungjawabnya maka dia tidak akan mencium bau surga." (HR. Bukhari no. 6617). Allah Berfirman "Katakanlah, "sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang meruikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat." Ingatlah! yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." Qs. Az Zumar:15. Maka perlu diingat bagi orangtua, bahwa kesalahan anda didalam mendidik anaka akan memberikan dampak negatif yang luar biasa besarnya baik terhadap anak itu sendiri, orangtua dan masyarakat bahkan negara. lalu bagaimanakah metode pendidikan yang benar terhadap anak? bersambung bagian ke-2

Minggu, 15 Februari 2015

Kumpulan Hari

Kehidupan ini tak lebih dari kumpulan hari dimana semakin berlalunya waktu, haripun semakin berkurang, dan semakin berkurangnya hari, semakin sedikitlah sisa kehidupan kita. Sehari tiada terasa bagi mereka yang disibukkan dengan aktivitasnya tetapi begitu lama bagi mereka yang menanti, dan tanpa kita sadari kita telah mencapai dari usia kedewasaan kita dimana dalam ingatan kita mungkin seperti baru selesai SMA, tapi ternyata telah melewati masa kuliahnya dengan gelar akademiknya, dan tiada terasa engkaupun telah memasuki masa ketika engkau akan menjadi bagian dari rumah tangga, apakah sebagai pemimpin rumah tangga, ataupun pembimbing madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dan haripun terus berlalu, sampailah ketika dimana engkau akan menimang cucu yang teramat lucu. Namun harimu pun semakin berkurang sehingga kalaupun dihitung, anak kecilpun akan mampu menghitungnya yang mungkin tidak genap sampai seratus hari ataupun sepuluh hari.

Senin, 02 Februari 2015

Tiga Nikmat Yang Membuatmu Menjadi Raja Dunia

Kenikmatan tersebut adalah:
1. Kesehatan
2. Rasa aman (ga ada pikiran dan stress pekerjaan atau studi /skripsi ^^, semua dilalui dengan optimis dan tawakkal
3. Ada makanan hari tersebut (nikmati dan hadapi dulu hari ini dan berusaha, seringnya kita stress dan mencemaskan masa depan, padahal belum tentu terjadi dan kita hanya bisa diam mencemaskan tanpa berusaha)
Hanya saja kita jarang mensyukuri nikmat Allah, seringnya membandingkan dengan yang di atas kita masalah dunia, padahal nikmat kita banyak, dan belum tentu yang kita lihat bahagia itu benar-benar bahagia.
Contoh nyata misalnya para artis: cantik, ganteng, kaya, terkenal tapi…. Bisa jadi narkoba, kawin cerai dll
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
“Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan
[1] sehat badannya
2] aman pada keluarganya,
[3] dia memiliki makanan pokoknya pada hari itu,
maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya.”
(HR. Ibnu majah, no: 4141, dihasankan oleh syaikh al-albani di dalam shahih al-jami’ush shaghir no. 5918)

Selasa, 01 Januari 2013

Ketika...

Bismillah

Ketika kita mulai bertanya tentang kehidupan yang tidak pernah lepas dari lika-liku permasalahannya, maka cobalah kita merenung sejenak mengenai awal penciptaan manusia ke muka bumi ini. Allah Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan manusia dengan sebaik-baik penciptaan, mulai dari mata, hidung kuping, telinga, tangan dan kaki dengan sempurna. Seandainya itu semua diambil kembali Oleh Allah Subhanahu Wa ta'ala maka tidakkah itu semua merupakan nikmat yang begitu besar yang Allah berikan kepada kita.

Jumat, 30 November 2012

Meremehkan Dosa

Dosa, setiap kita pasti tak lepas darinya. Demikianlah sunnatullah bagi manusia sebagai hamba yang tidak pernah luput dari kekurangan. Namun, hendaknya kita tidak berkecil hati. Bukankah Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang menyediakan ampunan dan penghapusan kesalahan kepada hambaNya di setiap saat?
Meskipun demikian, kenyataan menyedihkan hari ini adalah para hamba yang hina dan lemah justru meremehkan dosa kepada Penciptanya. Mereka lupa bahwa dosa dan kemaksiatanya dapat mengundang murka Sang Maha Kuat ‘Azza Wa Jalla.

Karena Setiap Orang Bisa Menjadi Baik


Setelah dua bulan lebih, buletin kita tercinta tidak menjumpai para pembaca sekalian, alhamdulillah berkat taufiq dan kemudahan dari Allah I, kali ini kami kembali hadir menyajikan kajian ilmu dinul Islam, warisan nabi kita yang mulia, Muhammad r.
 Semoga kehadirannya dapat menyegarkan dan menambah khazanah keilmuan kita. Dan yang pasti, semoga dapat mengobati kerinduan para pembaca sekalian. Ya, semoga saja!

Senin, 27 Agustus 2012

7 Tanda Kalbu yang Sehat


Ramadhan telah berlalu dan momentum introspeksi diri pun –insya Allah- telah dilakukan. Apakah kita telah puas dengan keadaan kalbu kita ataukah merasakan kekurangan dan melakukan perbaikan di bulan mulia tersebut? Mudah-mudahan kita termasuk yang kedua.
Setelah kita bersusah payah mengeluarkan dan mengorbankan waktu, tenaga dan harta milik kita untuk merubah keadaan menjadi lebih baik dan sempurna. Perlu sekali kita mengecek hasilnya, apakah kalbu kita telah sehat kembali ataukah masih sakit atau malahan semakin keras –Wal’iyadzubillah-?

Selasa, 24 Juli 2012

Seadainya.......

Seandainya aku bisa menulis
Maka akan kutuliskan semua nikmat yag Allah berikan kepadaku dalam sebuah buku
Namun yang aku temui adalah kebuntuan dimana tak satupun nikmat yang Allah berikan kepadaku tidak sanggup untuk aku tulis

Seandainya aku bisa berbicara
Maka aku ingin mengungkapkan betapa besar nikmat yang Allah Berikan Kepadaku
Namun lidahku kelu untuk mengungkapkan sepatah kata akan keMaha Agungan dariNya

Seandainya aku bisa melihat
Maka aku ingin melihat betapa indah Makhluk yang Allah ciptakan
Namun mataku seakan menjadi rabun dan buta karena begitu banyak makhluk yang indah yang Allah Ciptakan begitu sempurna

Dan akhirnya kesadaran ku mulai kembali ketika kumelihat jam telah menunjukkan pukul 24.00 bahwa sang waktupun telah melangka pergi menuju Ramadhan yang kelima

Bekasi, 4 Ramadhan 1433 H
Pukul 00.05 WIB
Hudzaifah Ibn Abdillah

Senin, 09 Juli 2012

Apa Arti Kehidupan Ini

Sebagian orang mungkin bertanya; apa arti kehidupan ini? Kalau kita cermati akan banyak sekali jawaban untuk satu pertanyaan ini. Sebagian menjawab, bahwa kehidupan adalah uang. Sehingga setiap detik hidup ini yang dicari adalah uang. Artinya apabila dia tidak memiliki uang, seolah-olah kehidupannya telah hilang. Sebagian lagi menjawab, bahwa kehidupan adalah kedudukan. Sehingga setiap detik yang dicari adalah kedudukan. Sebagian lagi memandang bahwa kehidupan adalah kesempatan untuk bersenang-senang. Maka bagi golongan ini kesenangan duniawi adalah tujuan utama yang dicari-cari.

Jumat, 25 Mei 2012

Aku hanya ingin menulis

Aku hanya ingin menulis..............
sebuah masa depan yang indah yang dilalui dengan begitu banyak arang melintang
sebuah kenangan yang akan menjadi pelecutku ntuk tidak mengatakan bahwa aku menyerah
bukan pula sebuah kenangan manis yang tak terhapus oleh desiran angin yang lembut

walaupun mata tlah lelah untuk melihat
dan badanpun telah tak mampu berdiri
namun hati yang tiada henti
untuk mengatakannnya

INNI UKHIBBUKUM FILLAH



Minggu, 15 April 2012

Sungguh Aku Beruntung

Aku masih beruntung.
melihat betapa banyaknya orang yang menempuh perjalanan yg berkilo-kilometer untuk ke sekolah dengan berjalan kaki

Aku masih beruntung
melihat betapa banyak orang yang putus sekolah akibat kekurangan biaya

Aku masih beruntung
melihat banyak orang yang tidak memiliki kaki mereka untuk berjalan

Aku masih beruntung
melihat banyak orang yang tidak memiliki kedua orangtuanya

Rabu, 28 September 2011

Duniaku yang menyapu Mataku

oleh Arif Zaenal Arifin pada 09 September 2011 jam 19:58

Ketika dunia begitu menggoda jiwa, pernahkah engkau membayangkan bahwa ia begitu rapuh seperti nenek-nenek yang dipoles  sehingga seakan-akan cantik menggoda, kemudian engkau pun berlomba-lomba untuk meminangnya. Aku sedikit kecewa dengan apa yang terjadi, namun tak boleh disangkal bahwa itu hanya sebuah kekecewaan yang semu, Bagaimana aku merasa iri dengan dunia sedangkan Akhiratku tertinggal. Aku masih mengingat sebuah perumpamaan yang disampaikan seorang ustadz bahwa kita (kaum muslimin) sekarang seperti seorang anak kecil, ketika kita diberi pilihan untuk memilih antara cek uang bernilai satu Milyar yang tinggal kita cairkan saja dengan segenggam permen, namun kita memilih segenggam permen. Bukankah kita seperti anak kecil???
cobalah kita merenung wahai jiwa yang kerdil, uang yang senilai 1 M kita menolaknya dan lebih memilih permen daripada cek tersebut. Begitu besar pahala yang Allah siapkan bagi orang-orang yang beramal sholeh, namun kita lebih memilih  dunia yang seperti segenggam permen.

Ramadhan Yang Berlalu

oleh Arif Zaenal Arifin pada 07 September 2011 jam 17:14

Kita mengetahui bahwa Ramadhan telah pergi dari kita dengan disambut bulan syawal yang muliah. Ramdahan adalah bulan yang berbilang dimana kita mengetahui bahwa ia pasti berlalu di setiap satu tahun kehidupan kita. Ketika kita memasuki bulan Ramadhan (Bagi mereka yang merasa memilikinya) ada perasaan senang dalam diri kita bahwa dengan datangnya Ramadhan maka pintu surga terbuka lebar-lebar. Ketika  kita memasuki 10 terakhir dari bulan Ramadhan kita berusaha untuk meningkatkan ibadah kita di sisiNya. Namun Pernahkah kita membayangkan bahwa kehiudupan kita adalah suatu bilangan yang tidak pasti, berbeda dengan Ramadhan yang pasti datangnya setiap tahunnya.
Seandainya kita ketahui bahwa kehidupan kita adalah bilangan yang pasti maka pasti kita hanya lebih banyak memforsir ibadah kita hanya pada sepuluh akhirnya saja (entah ini benar atau tidak) tapi begitulah watak manusia.Kebanyakan  ketika kita memasuki hari H kita selalu disibukkan dari apa yang akan kita hadapi. Namun Allah berkehendak lain bahwa Kehidupan dan kematian adalah sesuatu yang tidak pasti kapan berakhir dan datangnya. Bila bulan Ramadhan yang pasti dan kirta tahu akan berakhirnya kita berusaha beribadah dengan giat pada sepuluh akhirnya namun kenapa kita tidak mempersiapkan yang lebih banyak pada akhir kehidupan dengan datangnya kematian yang berbilang namun tidak pasti kapan datangnya.
tanya pada hati nurani kita....  Kenapa???????????
Abu Hudzaifah Al Faruqy
Jembatan Kembar Sungguminasa, 7 Syawal 1432 H 03:12PM

Kamis, 11 Agustus 2011

Renungan


Sebuah kehidupan tidak akan pernah lekang dari namanya masalah, namun tergantung dari bagaimana menyikapi masalah tersebut.
kehidupan tanpa adanya masalah seperti makan nasi tanpa garam tetapi bila kebanyakan garam maka makananpun akan terasa tidak enak, terlebih bila tanpa garam maka rasanya akan hambar. saudaraku masalah bisa diartikan penyimpangan dari rencana dengan kenyataan yang terjadi, namun saudaraku pernahkah kita berpikir dengan adanya masalah maka hidup kita akan berubah, pola pemikiran kita juga akan berubah. maka kan kusambut masalah itu dengan baik