Tingkatan seorang muslim

Seorang Muslim hendaknya berilmu sebelum mengamalkan apa yang ia ketahui, kemudian mendakwahkannya

Keutamaan Shalat Isroq

Setiap muslim tentunya menginginkan pahala yang besar dari setiap ibadahnya, salah satunya shalat isroq yang dilalaikan pada saat ini

Tips menghafal Al Qur'an bagi orang sibuk

Kurangnya pengetahuan kita mengenai manajemen waktu membuat kita belepotan dalam menghafal.

Bunga Yang Istimewa Hanya untuk Yang Istimewa

Allah telah menjamin bagi orang-orang yang selalu memperbaiki diri, dengan pasangan yang memperbaiki diri. begitu juga yang Istimewa sebagaimana diibaratkan cermin

Tips Menjemput Jodoh

Jodoh adalah persoalan yang sensitif bagi ereka yang merasa berumur, mari mempersiapkan diri

Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Oktober 2015

Contoh Doa Qunut Nazilah


Contoh Doa Qunut Nazilah atas Tragedi Palestina

اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُودِ الْمُعْتَدِيْن الَّذِيْنَ قَتَلُوا إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ فِلِسْطِيْن ، اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِهِمْ فَإِنَّهُمْ لاَ يُعْجِزُونَكَ ، اللَّهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ وَاجْعَلِ الدَّائِرَةَ عَلَيْهِمْ ، اللَّهُمَّ أَحْصِهِمْ عَدَداً وَاقْتُلْهُمْ بَدَداً وَلاَ تُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَداً ، اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْهِمْ وَعَلىَ مَنْ عَاوَنَهُمْ بَأْسَكَ الَّذِي لاَ يُرَدُّ عَنِ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْن
Ya Allah turunkanlah hukumanMu atas kaum Yahudi yang telah melakukan kezhaliman dengan membunuh saudara-saudara kami kaum muslimin di Palestina, Ya Allah hukumlah mereka sesungguhnya mereka tak mampu melemahkanMu, Ya Allah cerai beraikan mereka porak porandakan kesatuan mereka dan turunkanlah balasanMu atas mereka, Ya Allah kumpukan dan binasakanlah mereka dan jangalah Kamu sisakan sedikitpun dari mereka, Ya Allah turunkanlah atas mereka dan semua pihak yang membantu mereka balasanMu yang tidak dapat ditolak oleh kaum pembuat kezhaliman

اللَّهُمَّ أَنْجِ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْن الْمُسْتَضْعَفِيْنَِ فِيْ فِلِسْطِيْنَ ، اللَّهُمَّ الْطُفْ بِهِمْ وَارْحَمْهُمْ وَأَخْرِجْهُمْ مِنَ الضِّيْقِ وَالْحِصَارِ ، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْهُمُ الشُّهَدَاءَ وَاشْفِ مِنْهُمُ الْمَرْضَى وَالْجَرْحَى ، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ وَلاَ تَكُنْ عَلَيْهِمْ فَإِنَّهُ لاَ حَوْلَ لَهُمْ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ
Ya Allah selamatkanlah saudara-saudara kami kaum muslimin yang lemah di Palestina, Ya Allah sayangi dan kasihilah mereka dan keluarkanlah mereka dari isolasi dan keadaan sempit yang mereka alami saat ini, Ya Allah terimalah syuhada mereka dan sembuhkanlah yang luka dan sakit dari kalangan mereka, Ya Allah tetaplah bersama mereka dan jauhilah musuh-musuh mereka karena tiada daya dan kekuatan bagi mereka kecuali dariMu

اللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ فِلِسْطِيْنَ اللَّهُمَّ انْصُرْهُمْ عَلَى الْيَهُوْدِ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَالْمُنَافِقِيْنَ ، اللَّهُمَّ سَدِّدْ سَهْمَهُمْ وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُمْ وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ يَا حَيُّ يَاقَيُّوْمُ
Ya Allah turunkanlah pertolonganMu buat kaum mujahidin di Palestina, Ya Allah tolonglah mereka menghadapi kaum Yahudi dan penolong-penolong mereka dari kalangan kuffar dan kaum munafiq, Ya Allah tepatkanlah bidikan mereka, rapatkanlah shaf perjuangan mereka dan satukanlah kalimat mereka di atas kebenaran Ya Hayyu Ya Qayyum.

Jumat, 08 Mei 2015

Tanggung Jawab Pendidikan Orang Tua Terhadap Anak (1)

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya, seorang penguasa adalah pemimpin dan akan ditanya tentang rakyatnya, seorang suami adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang apa yang akan dipimpinnya, seorang istri adalah pemimpin dalam rumah suaminya dan dia akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya" (HR. Bukhari No. 844) 
Para pembaca yang berbahagia yang berbahagia. Ana merupakan nikmat Allah Azza Wa Jalla yang wajib disyukuri oleh kedua orangtua. Orangtua, dalam hal ini ayah dan bunda memikul tanggungjawab yang besar didalam menunaikan hak-hak mereka. Sebuah amanah yang akan ditanya oleh Allah kelak pada hari kiamat. adapun tanggung jawab orangtua terhadap anak yang paling utama dan pertama kali hars ditunaikan sebelum perkara-perkara yang lainnya adalah menyelamatkan mereka dari siksa api neraka. Allah berfirman dalam surat At Tahrim: 6 yang artinya:" Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang diperintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan"
Kalimat "peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka" ditafsirkan oleh Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu" Ajarilah diri-diri kalian dan keluarga kalian dengan kebaikan dan akhlak (Fathul Qadir juz hal 258) Al Imam ath-Thabari berkata, "maka wajib bagi kita untuk mendidik anak-anak kita dengan agama, kebaikan dan akhlak yang baik."Fathul Qadir Juz hal.257) 
Maka sungguh sangat aneh kalau kita perhatikan sebagian orangtua merasa sedih dan galau kalau anak-anaknya bodoh atau prestasinya rendah selama di sekolah. Namun mereka tidak peduli dan hatina tergerak melihat anak-anaknya mengalami kebobrokan iman dan dekadensi moral. Kita dapati pula sebagian orangtua, hati mereka risau melihat anak-anaknya suka membolos ketika sekolah namun sebaliknya merasa nyaman tatkala anak-anaknya didapati tidak hadir dalam shalat berjamaah di masjid atau tidak mengikuti majelis ilmu yang diadakan oleh seorang 'alim. Padahal Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalm telah mengancam kepada orangtua yang demikian keadaanyya, "tidaklah seorang hamba yang diberikan tanggungjawab oleh Allah kemudian dia tidak memberikan nasehat terhadap orang yang berada dibawah tanggungjawabnya maka dia tidak akan mencium bau surga." (HR. Bukhari no. 6617). Allah Berfirman "Katakanlah, "sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang meruikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat." Ingatlah! yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." Qs. Az Zumar:15. Maka perlu diingat bagi orangtua, bahwa kesalahan anda didalam mendidik anaka akan memberikan dampak negatif yang luar biasa besarnya baik terhadap anak itu sendiri, orangtua dan masyarakat bahkan negara. lalu bagaimanakah metode pendidikan yang benar terhadap anak? bersambung bagian ke-2

Minggu, 29 Maret 2015

Sudah Proffesionalkah Kita

Mengukur keproffesionalan dengan ukuran dunia tentu akan amat berbeda ketika membandingkan dengan keproffesianalan kita dalam urusan akhirat. Bila dalam urusan dunia kita menginginkan kinerja kita bagus untuk mendapatkan hasil yang bagus “sertifikasi” maka terlebih lagi bila kita ingin mendapatkan balasan yang setimpal dalam kehidupan akhirat kita. Tidak ada balasan yang lebih baik kecuali dimasukkan ke dalam surgaNya kelak. Aamiin. Nah barangkali dari sini penulis ingin memberikan gambaran tentang diri kita yang selalu menjadi manusia yang tidak pernah luput dari dosa dan kesalahan untuk kembali menghisab diri kita dan seberapa besar kinerja kita untuk mendapatkan balasan yang amat besar disisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala? bila ngaji saja kita masih terbata-bata, sholatpun tidak tepat waktu, kadang sholat itupun kalau ingat. Astaghfirullahal Adziim. Sedangkan fenomena kita sebagai peserta PPG adalah berangkat pagi pulang petang untuk menjadikan diri kita guru professional. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ . “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” (HR Bukhari) Dalam Hadits yang lain : “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah Utrujjah yang baunya harum dan rasanya enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma yang tidak berbau sedang rasanya enak dan manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti raihanah yang baunya harum sedang rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti hanzhalah yang tidak berbau sedang rasanya pahit.” (Riwayat Bukhari & Muslim) مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الـم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ. “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan ‘Alif Lam Mim’ satu huruf, tetapi ‘Alif’ satu huruf, ‘Lam’ satu huruf, ‘Mim’ satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi). Abu Umamah meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ. “Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim). Mengajar adalah urusan sosial mengenai hubungan personal diantara manusia. Sedangkan kita menginginkan keseriusan “professional”, namun untuk urusan yang paling urgen yaitu hubungan kita dengan Tuhan kita, kita hanya kerja /beramal dengan asal-asalan, What?? Emang surga murah ape?” kata orang betawi.” Berkarakter saja tidak cukup kalau kita tidak beradab” Kata Ustadz Bramantya, maka untuk membentuk Generasi yang berkarakter Profesional dan Beradab maka diperlukan orang-orang professional tidak hanya dalam bidang ilmu dunia saja, tetapi orang yang bisa professional menempatkan dirinya sebagai makhluk ciptaaan Allah yang mempunyai tujuan beribadah kepada-Nya. Apakah Kita tidak malu apabila dengan gelar sarjana kita ditambah gelar professional yang melekat namun ketika diminta membacakan Al Qur’an bacaannya belepotan?? Malu tuh sama camer (calon mertua) atau anak-anak kita kelak, mumpung masih belum terlambat maka mari kita berbenah dan bersiap menjadikan diri kita professional dalam urusan dunia dan akhirat. Wallahu A’lam Bis Shawaab. By : Ibnu Abdillah Al Kadiry join with Use UKKI PPG SM3T dalam kegiatan tahsin (perbaikan bacaan ) Al Qur’an Hubungi HP/WA: 085342022372/085743556200 Pin BBM: 7EC45A86

Sabtu, 28 Maret 2015

Mengajak Kepada Kebaikan

Tidak akan pernah ada yang sia-sia ketika kita mengajak orang lain kepada kebaikan. Allah tidak melihat hasil akhir dari pengorbanan kita saja tetapi dari proses kita mulai berkorban. Waktu kita, tenaga kita, pikiran kita, tidak akan pernah tersia-siakan. Mungkin sekarang kita belum mendapatkan balasannya, namun ketika kita telah mendapatkan balasan, akan ada waktu dimana kita bersyukur dan menyesal "kenapa dulu saya tidak melakukan yang lebih baik lagi?" Bolehlah kita berlelah-lelah dalam mengajak kebaikan, karena selain dari itu pasti kejelekan. imam syafi'i berkata"waktumu jika tidak engkau gunakan dg kebaikan maka pasti engkau gunakan dengan kejelekan" kita perlu tetap optimis untuk melakukan kebaikan, walaupun hasilnya nanti diluar dugaan. namun ingatlah niat yg tulus dapat merubah segalanya. bahkan amalan yang besar bisa menjadi kecil karena tergantung dari niatnya, dan amalan kecil bisa menjadi besar pahalanya tergantung juga dari niatnya (Hadist) Maka Istiqomahlah karena ditangan kita tanggungjawab itu oleh Az Yogyakarta, 6 Jumadil Tsani 1436 H

Minggu, 15 Februari 2015

Kelemahan Wanita

Wanita dianugrahi perasaan yang mendalam, karena memang disiapkan menjadi seorang ibu yang harus memiliki kasih sayang dan perhatian yang mendalam juga. Untuk menghadapi anak-anak, maka perlu perhatian dan kasih sayang untuk menemani kesabaran menghadapi dan mendidik anak-anak. Akan tetapi kelebihan ini tentu ada kelemahannya. Kelemahannya adalah terkadang perasaan menutupi akal sehatnya, perasaan membuat pertimbangan mengambil keputusan bisa mengalahkan keputusan akal sehat. Dan ini memang harus dipahami karena wanita memang ingin lebih dimengerti. Ketika wanita jika sudah cinta, maka ia sangat cinta sekali dan jika sudah benci maka ia benci sama sekali. Ini adalah mayoritas sifat wanita. Karenanya beberapa ahli psikologi dan beberapa ulama yang ahli mengenai hal ini mengatakan bahwa wanita memang tidak bisa membagi cinta, karena begitulah tipe cinta wanita. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻟَﻮْ ﺃَﺣْﺴَﻨْﺖَ ﺇِﻟَﻰ ﺇِﺣْﺪَﺍﻫُﻦَّ ﺍﻟﺪَّﻫْﺮَ ﺛُﻢَّ ﺭَﺃَﺕْ ﻣِﻨْﻚَ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﻣِﻨْﻚَ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻗَﻂُّ
“Jika engkau berbuat baik kepada salah seorang diantara mereka (wanita) sepanjang setahun,
kemudian melihat sesuatu yang mengecewakan, dia akan berkata, ’Saya tidak pernah melihat kebaikanmu sedikitpun’ . [1]

Kumpulan Hari

Kehidupan ini tak lebih dari kumpulan hari dimana semakin berlalunya waktu, haripun semakin berkurang, dan semakin berkurangnya hari, semakin sedikitlah sisa kehidupan kita. Sehari tiada terasa bagi mereka yang disibukkan dengan aktivitasnya tetapi begitu lama bagi mereka yang menanti, dan tanpa kita sadari kita telah mencapai dari usia kedewasaan kita dimana dalam ingatan kita mungkin seperti baru selesai SMA, tapi ternyata telah melewati masa kuliahnya dengan gelar akademiknya, dan tiada terasa engkaupun telah memasuki masa ketika engkau akan menjadi bagian dari rumah tangga, apakah sebagai pemimpin rumah tangga, ataupun pembimbing madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dan haripun terus berlalu, sampailah ketika dimana engkau akan menimang cucu yang teramat lucu. Namun harimu pun semakin berkurang sehingga kalaupun dihitung, anak kecilpun akan mampu menghitungnya yang mungkin tidak genap sampai seratus hari ataupun sepuluh hari.