Tingkatan seorang muslim

Seorang Muslim hendaknya berilmu sebelum mengamalkan apa yang ia ketahui, kemudian mendakwahkannya

Keutamaan Shalat Isroq

Setiap muslim tentunya menginginkan pahala yang besar dari setiap ibadahnya, salah satunya shalat isroq yang dilalaikan pada saat ini

Tips menghafal Al Qur'an bagi orang sibuk

Kurangnya pengetahuan kita mengenai manajemen waktu membuat kita belepotan dalam menghafal.

Bunga Yang Istimewa Hanya untuk Yang Istimewa

Allah telah menjamin bagi orang-orang yang selalu memperbaiki diri, dengan pasangan yang memperbaiki diri. begitu juga yang Istimewa sebagaimana diibaratkan cermin

Tips Menjemput Jodoh

Jodoh adalah persoalan yang sensitif bagi ereka yang merasa berumur, mari mempersiapkan diri

Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Oktober 2015

Contoh Doa Qunut Nazilah


Contoh Doa Qunut Nazilah atas Tragedi Palestina

اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُودِ الْمُعْتَدِيْن الَّذِيْنَ قَتَلُوا إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ فِلِسْطِيْن ، اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِهِمْ فَإِنَّهُمْ لاَ يُعْجِزُونَكَ ، اللَّهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ وَاجْعَلِ الدَّائِرَةَ عَلَيْهِمْ ، اللَّهُمَّ أَحْصِهِمْ عَدَداً وَاقْتُلْهُمْ بَدَداً وَلاَ تُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَداً ، اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْهِمْ وَعَلىَ مَنْ عَاوَنَهُمْ بَأْسَكَ الَّذِي لاَ يُرَدُّ عَنِ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْن
Ya Allah turunkanlah hukumanMu atas kaum Yahudi yang telah melakukan kezhaliman dengan membunuh saudara-saudara kami kaum muslimin di Palestina, Ya Allah hukumlah mereka sesungguhnya mereka tak mampu melemahkanMu, Ya Allah cerai beraikan mereka porak porandakan kesatuan mereka dan turunkanlah balasanMu atas mereka, Ya Allah kumpukan dan binasakanlah mereka dan jangalah Kamu sisakan sedikitpun dari mereka, Ya Allah turunkanlah atas mereka dan semua pihak yang membantu mereka balasanMu yang tidak dapat ditolak oleh kaum pembuat kezhaliman

اللَّهُمَّ أَنْجِ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْن الْمُسْتَضْعَفِيْنَِ فِيْ فِلِسْطِيْنَ ، اللَّهُمَّ الْطُفْ بِهِمْ وَارْحَمْهُمْ وَأَخْرِجْهُمْ مِنَ الضِّيْقِ وَالْحِصَارِ ، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْهُمُ الشُّهَدَاءَ وَاشْفِ مِنْهُمُ الْمَرْضَى وَالْجَرْحَى ، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ وَلاَ تَكُنْ عَلَيْهِمْ فَإِنَّهُ لاَ حَوْلَ لَهُمْ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ
Ya Allah selamatkanlah saudara-saudara kami kaum muslimin yang lemah di Palestina, Ya Allah sayangi dan kasihilah mereka dan keluarkanlah mereka dari isolasi dan keadaan sempit yang mereka alami saat ini, Ya Allah terimalah syuhada mereka dan sembuhkanlah yang luka dan sakit dari kalangan mereka, Ya Allah tetaplah bersama mereka dan jauhilah musuh-musuh mereka karena tiada daya dan kekuatan bagi mereka kecuali dariMu

اللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ فِلِسْطِيْنَ اللَّهُمَّ انْصُرْهُمْ عَلَى الْيَهُوْدِ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَالْمُنَافِقِيْنَ ، اللَّهُمَّ سَدِّدْ سَهْمَهُمْ وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُمْ وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ يَا حَيُّ يَاقَيُّوْمُ
Ya Allah turunkanlah pertolonganMu buat kaum mujahidin di Palestina, Ya Allah tolonglah mereka menghadapi kaum Yahudi dan penolong-penolong mereka dari kalangan kuffar dan kaum munafiq, Ya Allah tepatkanlah bidikan mereka, rapatkanlah shaf perjuangan mereka dan satukanlah kalimat mereka di atas kebenaran Ya Hayyu Ya Qayyum.

Haji Wada'

Oleh Zaenal Arifin pada 05 September 2010 jam 20:56

Hari itu Hari Tarwiyah 10 H. Saat itu Rasulullah Saw. pergi ke Mina dan melaksanakan shalat zuhur, asar, magrib, isya, dan subuh di sana. Seusai menanti beberapa seat hingga matahari terbit, beliau lantas melanjutkan perjalanan hing­ga tiba di Arafah. Tenda-tenda waktu itu telah didirikan di sana. Beliau pun masuk tenda yang disiapkan bagi beliau.

Setelah matahari tergelincir, Rasulullah Saw. meminta agar Al-Qashwa', unta beliau, didatangkan. Beliau kemudian menungganginya hingga tiba di tengah Padang Arafah. Di sana telah berkumpul sekitar 124.000 atau 144.000 kaum Muslim. Beliau kemudian berdiri di hadapan mereka me­nyampaikan khutbah haji terakhir beliau yang lebih dikenal dengan sebutan haji wada':

Wahai manusia! Dengarkanlah nasihatku baik-baik, karena barangkali aku tidak dapat lagi bertemu muka dengan kamu semua di tempat ini. Tahukah kamu semua, hari apakah ini? (Beliau menjawab sendiri) Inilah Hari Nahr, hari kurban yang suci.Tahukah kamu bulan apakah ini? Inilah bulan suci. Tahukah kalian tempat apakah ini? Inilah kota yang suci. Karena itu, aku permaklumkan kepada kalian semua bahwa darah dan nyawa kalian, harts bends kalian dan kehormatan yang satu terhadap yang lainnya haram atas kalian sampai kalian bertemu dengan Tuhanmu kelak. Semua harus kalian sucikan sebagaimana sucinya hari ini, sebagaimana sucinya bulan ini, dan sebagaimana sucinya kota ini. Hendaklah berita ini disampaikan kepada orang-orang yang tidak hadir di tempat ini oleh kamu sekalian!

Bukankah aku telah menyampaikan? Ya Allah, saksikanlah!

Hari ini hendaklah dihapuskan segala macam bentuk riba. Barang siapa yang memegang amanah di tangannya, maka hendaklah is bayarkan kepada yang empunya. Dan, sesungguhnya riba jahiliah adalah batil. Dan awal riba yang pertama sekali kuberantas adalah riba yang dilakukan pamanku sendiri, Al-'Abbas bin'Abdul-Muththalib.

Hari ini haruslah dihapuskan semua bentuk pembalasan dendam pembunuhan jahiliah, dan penuntutan darah cara jahiliah. Yang pertama kali kuhapuskan adalah tuntutan darah 'Amir bin Al-Harits.

Wahai manusia! Hari ini setan telah putus asa untuk dapat disembah pada bumimu yang suci ini. Tetapi, ia bangga jika kamu dapat menaatinya walau dalam perkara yang kelihatannya kecil sekalipun. Karena itu, waspadalah kalian atasnya! Wahai manusia! Sesungguhnya zaman itu beredar sejakAllah menjadikan langit dan bumi.

Wahai manusia! Sesungguhnya bagi kaum wanita (istri kalian) itu ada hak-hakyang harus kalian penuhi, dan bagi kalian juga ada hak-hak yang harus dipenuhi istri itu. Yaitu, mereka tidak boleh sekali-kali membawa orang lain ke tempat tidur selain kalian sendiri, dan mereka tak boleh membawa orang lain yang tidak kalian sukai ke rumah kalian, kecuali setelah mendapat izin dari kalian terlebih dahulu. Karena itu, sekiranya kaum wanita itu melanggar ketentuan-ketentuan demikian, sesungguhnya Allah telah mengizinkan kalian untuk meninggalkan mereka, dan kalian boleh melecut ringan terhadap diri mereka yang berdosa itu.Tetapi,jika mereka berhenti dan tunduk kepada kalian, menjadi kewajiban kalianlah untuk memberi nafkah dan pakaian mereka dengan sebaik-baiknya. Ingatlah, kaum hawa adalah makhluk yang lemah di samping kalian. Mereka tidak berkuasa. Kalian telah membawa mereka dengan suatu amanah dari Tuhan dan kalian telah halalkan kehormatan mereka dengan kalimat Allah. Karena itu, bertakwalah kepada Allah tentang urusan wanita dan terimalah wasiat ini untuk bergaul baik dengan mereka.

Wahai umatku! Bukankah aku telah menyampaikan? Ya Allah, saksikanlah!

Wahai manusia! Sesungguhnya aku meninggalkan kepada kalian sesuatu, yang jika kalian memeganginya erat­-erat, niscaya kalian tidak akan sesat selamanya. Yaitu: Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Wahai manusia! Dengarkanlah baik-baik spa yang kuucapkan kepada kalian, niscaya kalian bahagia untuk selamanya dalam hidupmu!

Wahai manusia! Kalian hendaklah mengerti bahwa orang-orang beriman itu bersaudara. Karena itu, bagi tiap­-tiap pribadi di antara kalian terlarang keras mengambil harta saudaranya, kecuali dengan izin hati yang ikhlas.

Bukankah aku telah menyampaikan? Ya Allah saksikanlah!

Janganlah kalian, setelah aku meninggal nanti, kembali kepada kekafiran, yang sebagian kalian mempermainkan senjata untuk menebas batang leher kawannya yang lain. Sebab, bukankah telah kutinggalkan untuk kalian pedoman yang benar, yang jika kalian mengambilnya sebagai pegangan dan lentera kehidupan kalian, tentu kalian tidak akan sesat, yakni Kitab Allah (AI­Quran).

Wahai umatku! Bukankah aku telah menyampaikan? Ya Allah, saksikanlah!

Wahai manusia! Sesungguhnya Tuhan kalian itu satu, dan sesungguhnya kalian berasal dari satu bapak. Kalian semua dari Adam dan Adam terjadi dari tanah. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian semua di sisi Tuhan adalah orang yang paling bertakwa. Tidak sedikit pun ada kelebihan bangsa Arab dari yang bukan Arab, kecuali dengan takwa.

Wahai umatku! Bukankah aku telah menyampaikan? Ya Allah, saksikanlah!

Karena itu, siapa saja yang hadir di antara kalian di tempat ini berkewajiban untuk menyampaikan wasiat ini kepada mereka yang tidak hadir!

Tak lama setelah Rasulullah Saw. menyampaikan khutbah tersebut, turunlah firman Allah, Pada hari ini telah Kusem­purnakan bagi kalian agama kalian dan telah Kucukupkan kepada kalian nikmat-Ku dan Islam telah Kuridhai menjadi agama bagi kalian (QS AI-Ma'idah [5]: 3).

Mendengar firman Allah tersebut, 'Umar bin Al-Khath­thab pun meneteskan air mata. Melihat hal itu, dia pun dita­nya, "'Umar! Mengapa engkau menangis? Bukankah engkau ini jarang sekali menangis?"

"Karena aku tahu, selepas kesempurnaan hanya ada ke­kurangan," jawab Umar. Ia telah merasakan suasana perpisahan (wada') terakhir dengan Rasulullah SAW yang sangat dicintainya.


(Diceritakan kembali dari sebuah hadis yang dituturkan oleh Al-Bukhari dari 'Abdullah bin 'Umar dan sebuah kisah yang dituturkan oleh Ibnu Hisyam dalam Al-Sirah Al-Nabawiyyah dalam Teladan indah Rasullulah dalam ibadah, Ahmad Rofi 'Usmani)

Sejarah Munculnya Tasawuf dan Sufi



Tasawuf (تَصَوُّف) diidentikkan dengan sikap berlebihan dalam beribadah, zuhud dan wara’ terhadap dunia. Pelakunya disebut Shufi (selanjutnya ditulis Sufi menurut ejaan yang lazim, red) (صُوْفِيٌّ), dan jamaknya adalah Sufiyyah (صُوْفِيَّةٌ). Istilah ini sesungguhnya tidak masyhur di jaman Rasulullah , shahabat-shahabatnya, dan para tabi’in. Sebagaimana dikatakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah: “Adapun lafadz Sufiyyah bukanlah lafadz yang masyhur pada tiga abad pertama Islam. Dan setelah masa itu, penyebutannya menjadi masyhur.” (Majmu’ Fatawa, 11/5)

Bashrah, sebuah kota di Irak, merupakan tempat kelahiran Tasawuf dan Sufi. Di mana sebagian ahli ibadahnya mulai berlebihan dalam beribadah, zuhud, dan wara’ terhadap dunia (dengan cara yang belum pernah dicontohkan oleh Rasulullah ), hingga akhirnya memilih untuk mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu domba (Shuf/صُوْفٌ ).
Meski kelompok ini tidak mewajibkan tarekatnya dengan pakaian semacam itu, namun atas dasar inilah mereka disebut dengan “Sufi”, sebagai nisbat kepada Shuf (صُوْفٌ). Jadi, lafadz Sufi bukanlah nisbat kepada Ahlush Shuffah yang ada di jaman Rasulullah , karena nisbat kepadanya adalah Shuffi (صُفِّيٌ). Bukan pula nisbat kepada shaf terdepan di hadapan Allah , karena nisbat kepadanya adalah Shaffi (صَفِّيٌ).
Demikian juga bukan nisbat kepada makhluk pilihan Allah
الصَّفْوَةُ مِنْ خَلْقِ اللهِ
karena nisbat adalah Shafawi ز(صَفَوِيٌّ) . Dan bukan pula nisbat kepada Shufah bin Bisyr (salah satu suku Arab) meski secara lafadz bisa dibenarkan. Namun secara makna sangatlah lemah, karena antara suku tersebut dengan kelompok Sufi tidak berkaitan sama sekali.
Para ulama Bashrah yang mengalami masa kemunculan kelompok sufi, tidaklah tinggal diam. Sebagaimana diriwayatkan Abu Asy-Syaikh Al-Ashbahani rahimahullah dengan sanadnya dari Muhammad bin Sirin rahimahullah, bahwasanya telah sampai kepadanya berita tentang orang-orang yang mengutamakan pakaian yang terbuat dari bulu domba. Maka beliau berkata: “Sesungguhnya ada orang-orang yang mengutamakan pakaian yang terbuat dari bulu domba dengan alasan untuk meneladani Al-Masih bin Maryam! Maka petunjuk Nabi kita lebih kita cintai, beliau  biasa mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan katun, dan yang selainnya.” (Diringkas dari Majmu’ Fatawa, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah hal. 5, 6, 16)
Asy-Syaikh Muhammad Aman bin 'Ali Al-Jami rahimahullah berkata: “Demikianlah munculnya jahiliah Tasawuf, dan dari kota inilah (Bashrah) ia tersebar.” (At-Tasawuf Min Shuwaril Jahiliah, hal. 5)

Siapakah Peletak Ilmu Tasawuf?

Ibnu ‘Ajibah, seorang Sufi Fathimi, mengklaim bahwa peletak ilmu Tasawuf adalah Rasulullah  sendiri. Beliau , menurut Ibnu 'Ajibah, mendapatkannya dari Allah  melalui wahyu dan ilham. Kemudian Ibnu ‘Ajibah berbicara panjang lebar tentang hal ini dengan sekian banyak bumbu keanehan dan kedustaan, yaitu: “Jibril pertama kali turun kepada Rasulullah  dengan membawa ilmu syariat. Dan ketika ilmu itu telah mantap, maka turunlah ia untuk kedua kalinya dengan membawa ilmu hakikat. Beliau  pun mengajarkan ilmu hakikat ini pada orang-orang khusus saja. Dan yang pertama kali menyampaikan Tasawuf adalah 'Ali bin Abi Thalib , dan Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah menimba darinya.” (Iqazhul Himam Fi Syarhil Hikam, hal. 5 dinukil dari At-Tasawuf Min Shuwaril Jahiliyah, hal. 8)
Asy-Syaikh Muhammad Aman bin 'Ali Al-Jami rahimahullah berkata: “Perkataan Ibnu ‘Ajibah ini merupakan tuduhan keji lagi lancang terhadap Rasulullah . Dengan kedustaan, ia telah menuduh bahwa beliau  menyembunyikan kebenaran. Dan tidaklah seseorang menuduh Nabi dengan tuduhan tersebut, kecuali seorang zindiq yang keluar dari Islam dan berusaha untuk memalingkan manusia dari Islam jika ia mampu. Karena Allah  telah perintahkan Rasul-Nya  untuk menyampaikan kebenaran tersebut dalam firman-Nya :
يَآءَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَآ أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِن رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَه
“Wahai Rasul sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu oleh Rabbmu. Dan jika engkau tidak melakukannya, maka engkau tidak menyampaikan risalah-Nya.” (Al Maidah: 67)
Beliau juga berkata: “Adapun pengkhususan Ahlul Bait dengan sesuatu dari ilmu dan agama, maka ini merupakan pemikiran yang diwarisi orang-orang Sufi dari pemimpin-pemimpin mereka (Syi’ah). Dan benar-benar 'Ali bin Abi Thalib  sendiri yang membantahnya, sebagaimana diriwayatkan Al-Imam Muslim rahimahullah dari hadits Abu Thufail 'Amir bin Watsilah . Ia berkata: “Suatu saat aku pernah berada di sisi 'Ali bin Abi Thalib . Maka datanglah seorang laki-laki seraya berkata: 'Apa yang pernah dirahasiakan oleh Nabi  kepadamu?' Maka Ali pun marah lalu mengatakan: 'Nabi  belum pernah merahasiakan sesuatu kepadaku yang tidak disampaikan kepada manusia! Hanya saja beliau  pernah memberitahukan kepadaku tentang empat perkara.' Abu Thufail  berkata: 'Apa empat perkara itu wahai Amirul Mukminin?' Beliau menjawab: 'Rasulullah  bersabda: “(Artinya) Allah melaknat seseorang yang melaknat kedua orang tuanya, Allah melaknat seorang yang menyembelih untuk selain Allah, Allah melaknat seorang yang melindungi pelaku kejahatan, dan Allah melaknat seorang yang mengubah tanda batas tanah'.” (At-Tasawuf Min Shuwaril Jahiliah, hal. 7-8)

Hakikat Tasawuf

Dari bahasan di atas, Tasawuf jelas bukan ajaran Rasulullah  dan bukan pula ilmu warisan dari 'Ali bin Abi Thalib . Lalu dari manakah ajaran Tasawuf ini?
Asy-Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir rahimahullah berkata: “Ketika kita telusuri ajaran Sufi periode pertama dan terakhir, dan juga perkataan-perkataan mereka baik yang keluar dari lisan atau pun yang terdapat di dalam buku-buku terdahulu dan terkini mereka, maka kita dapati sangat berbeda dengan ajaran Al Qur’an dan As Sunnah. Dan kita tidak pernah melihat asal usul ajaran Sufi ini di dalam sejarah pemimpin umat manusia Muhammad , dan para shahabatnya yang mulia lagi baik, yang mereka adalah makhluk-makhluk pilihan Allah  di alam semesta ini. Bahkan sebaliknya, kita melihat bahwa ajaran Sufi ini diambil dan diwarisi dari kerahiban Nashrani, Brahma Hindu, ibadah Yahudi, dan zuhud Budha." (At-Tasawuf Al-Mansya’ Wal Mashadir, hal. 28)
Asy-Syaikh Abdurrahman Al-Wakil rahimahullah berkata: “Sesungguhnya Tasawuf merupakan tipu daya setan yang paling tercela lagi hina untuk menggiring hamba-hamba Allah  di dalam memerangi Allah  dan Rasul-Nya . Sesungguhnya ia (Tasawuf) merupakan topeng bagi Majusi agar tampak sebagai seorang Rabbani, bahkan ia sebagai topeng bagi setiap musuh (Sufi) di dalam memerangi agama yang benar ini. Periksalah ajarannya! Niscaya engkau akan mendapati di dalamnya ajaran Brahma (Hindu), Buddha, Zaradisytiyyah, Manawiyyah, Dishaniyyah, Aplatoniyyah, Ghanushiyyah, Yahudi, Nashrani, dan Berhalaisme Jahiliyyah.” (Muqaddimah kitab Mashra’ut Tasawuf, hal. 19)2
Keterangan para ulama di atas menunjukkan bahwasanya ajaran Tasawuf bukanlah dari Islam. Bahkan ajaran ini merupakan kumpulan dari ajaran-ajaran sesat yang berusaha disusupkan ke tengah-tengah umat untuk menjauhkan mereka dari agama Islam yang benar.

Kesesatan-Kesesatan Ajaran Tasawuf

Di antara sekian banyak kesesatan ajaran Tasawuf adalah:
1. Wihdatul Wujud, yakni keyakinan bahwa Allah  menyatu dengan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Demikian juga Al-Hulul, yakni keyakinan bahwa Allah  dapat menjelma dalam bentuk tertentu dari makhluk-Nya (inkarnasi).
Al-Hallaj, seorang dedengkot sufi, berkata: “Kemudian Dia (Allah) menampakkan diri kepada makhluk-Nya dalam bentuk orang makan dan minum.” (Dinukil dari Firaq Al-Mua’shirah, karya Dr. Ghalib bin 'Ali Iwaji, 2/600)
Ibnu ‘Arabi, tokoh sufi lainnya, berkata: “Seorang hamba adalah Rabb dan Rabb adalah hamba. Duhai kiranya, siapakah yang diberi kewajiban beramal? Jika engkau katakan hamba, maka ia adalah Rabb. Atau engkau katakan Rabb, kalau begitu siapa yang diberi kewajiban?” (Al-Futuhat Al-Makkiyyah dinukil dari Firaq Al-Mu’ashirah, hal. 601)
Muhammad Sayyid At-Tijani meriwayatkan (secara dusta, pen) dari Nabi  bahwasanya beliau bersabda:
رَأَيْتُ رَبِّي فِي صُوْرَةِ شَابٍ
“Aku melihat Rabbku dalam bentuk seorang pemuda.”
(Jawahirul Ma’ani, karya 'Ali Harazim, 1/197, dinukil dari Firaq Mu’ashirah, hal. 615)
Padahal Allah  telah berfirman:
لَيْسَ كَمِثْلِه شَيْئٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Allah, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syura: 11)
قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَنْ تَرَانِي ...
“Berkatalah Musa: 'Wahai Rabbku nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat-Mu.' Allah berfirman: 'Kamu sekali-kali tidak akan sanggup melihatku'…" (Al-A’raf: 143)
2. Seorang yang menyetubuhi istrinya, tidak lain ia menyetubuhi Allah 
Ibnu ‘Arabi berkata: “Sesungguhnya seseorang ketika menyetubuhi istrinya tidak lain (ketika itu) ia menyetubuhi Allah!” (Fushushul Hikam).1 Betapa kufurnya kata-kata ini…, tidakkah orang-orang Sufi sadar akan kesesatan gembongnya ini?
3. Keyakinan kafir bahwa Allah  adalah makhluk dan makhluk adalah Allah , masing-masing saling menyembah kepada yang lainnya
Ibnu ‘Arabi berkata: “Maka Allah memujiku dan aku pun memuji-Nya. Dan Dia menyembahku dan aku pun menyembah-Nya.” (Al-Futuhat Al-Makkiyyah).2
Padahal Allah  telah berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ
“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)
إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ إِلاَّ آتِى الرَّحْمَنِ عَبْدًا
“Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Allah Yang Maha Pemurah dalam keadaan sebagai hamba.” (Maryam: 93)
4. Keyakinan tidak ada bedanya antara agama-agama yang ada
Ibnu ‘Arabi berkata: “Sebelumnya aku mengingkari kawanku yang berbeda agama denganku. Namun kini hatiku bisa menerima semua keadaan, tempat gembala rusa dan gereja pendeta, tempat berhala dan Ka’bah, lembaran-lembaran Taurat dan Mushaf Al Qur’an.” (Al-Futuhat Al-Makkiyyah).3
Jalaluddin Ar-Rumi, seorang tokoh sufi yang sangat kondang, berkata: “Aku seorang muslim, tapi aku juga seorang Nashrani, Brahmawi, dan Zaradasyti. Bagiku, tempat ibadah adalah sama… masjid, gereja, atau tempat berhala-berhala.”4
Padahal Allah  berfirman:
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ اْلإِسْلاَمِ دِيْنًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي اْلأَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ
“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya. Dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali Imran: 85)
5. Bolehnya menolak hadits yang jelas-jelas shahih
Ibnu ‘Arabi berkata: “Kadangkala suatu hadits shahih yang diriwayatkan oleh para perawi-perawinya, tampak hakikat keadaannya oleh seseorang mukasyif (Sufi yang mengetahui ilmu ghaib dan batin). Ia bertanya kepada Nabi  secara langsung: “Apakah engkau mengatakannya?” Maka beliau  mengingkarinya seraya berkata: “Aku belum pernah mengatakannya dan belum pernah menghukuminya dengan shahih.” Maka diketahuilah, dari sini lemahnya hadits tersebut dan tidak bisa diamalkan sebagaimana keterangan dari Rabbnya walaupun para ulama mengamalkannya berdasarkan isnadnya yang shahih.” (Al-Futuhat Al-Makkiyah).1
6. Pembagian ilmu menjadi syariat dan hakikat. Di mana bila seseorang telah sampai pada tingkatan hakikat berarti ia telah mencapai martabat keyakinan yang tinggi kepada Allah . Oleh karena itu, menurut keyakinan Sufi, gugur baginya segala kewajiban dan larangan dalam agama ini.
Mereka berdalil dengan firman Allah  dalam Al Qur’an Surat Al-Hijr ayat 99:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
yang mana mereka terjemahkan dengan: “Dan beribadahlah kepada Rabbmu hingga datang kepadamu keyakinan.”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Tidak diragukan lagi oleh ahlul ilmi dan iman, bahwasanya perkataan tersebut termasuk sebesar-besar kekafiran dan yang paling berat. Ia lebih jahat dari perkataan Yahudi dan Nashrani karena Yahudi dan Nashrani beriman dengan sebagian isi Al Kitab dan mengkufuri sebagian lainnya. Sedangkan mereka adalah orang-orang kafir yang sesungguhnya (karena mereka berkeyakinan dengan sampainya kepada martabat. Hakikat tidak lagi terkait dengan kewajiban dan larangan dalam agama ini, pen).” (Majmu’ Fatawa, 11/401)
Beliau juga berkata: “Adapun pendalilan mereka dengan ayat tersebut, maka justru merupakan bumerang bagi mereka. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: 'Sesungguhnya Allah  tidak menjadikan batas akhir beramal bagi orang-orang beriman selain kematian', kemudian beliau membaca Al Qur’an Surat Al-Hijr ayat 99, yang artinya: 'Dan beribadahlah kepada Rabbmu hingga datang kepadamu kematian'."
Beliau melanjutkan: "Dan bahwasanya 'Al-Yaqin' di sini bermakna kematian dan setelahnya, dengan kesepakatan ulama kaum muslimin.” (Majmu Fatawa, 11/418)
7. Keyakinan bahwa ibadah kepada Allah  itu bukan karena takut dari adzab Allah  (an-naar/ neraka) dan bukan pula mengharap jannah Allah . Padahal Allah  berfirman:
وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِيْنَ
“Dan peliharalah diri kalian dari an-naar (api neraka) yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.” ('Ali Imran: 131)
وَسَارِعُوآ ِإلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ
“Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Rabb kalian dan kepada jannah (surga) yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.” ('Ali Imran: 133)
8. Dzikirnya orang-orang awam adalah لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ , sedangkan dzikirnya orang-orang khusus dan paling khusus adalah “الله / Allah”, “هُوَ / huwa”, dan “آه / aah” saja.
Padahal Rasulullah  bersabda:
أَفْضَلُ الذِّكْرَ لاَ إِلَهِ إِلاَّ اللهُ
“Sebaik-baik dzikir adalah لا إله إلا الله .” (HR. At-Tirmidzi, dari shahabat Jabir bin Abdullah , dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’, no. 1104).1
Syaikhul Islam rahimahullah berkata: “Dan barangsiapa yang beranggapan bahwa لا إله إلا الله adalah dzikirnya orang awam, sedangkan dzikirnya orang-orang khusus dan paling khusus adalah “هُوَ / Huu”, maka ia seorang yang sesat dan menyesatkan.” (Risalah Al-'Ubudiyah, hal. 117-118, dinukil dari Haqiqatut Tasawuf, hal. 13)
9. Keyakinan bahwa orang-orang Sufi mempunyai ilmu kasyaf (yang dapat menyingkap hal-hal yang tersembunyi) dan ilmu ghaib.
Allah  dustakan mereka dalam firman-Nya :
قُلْ لاَ يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللهُ
“Katakanlah tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui hal-hal yang ghaib kecuali Allah.” (An-Naml: 65)
10. Keyakinan bahwa Allah  menciptakan Nabi Muhammad  dari nur/ cahaya-Nya, dan Allah  ciptakan segala sesuatu dari cahaya Nabi Muhammad .
Padahal Allah  berfirman :
فُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ ...
“Katakanlah (Wahai Muhammad), sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku …” (Al-Kahfi: 110).
إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلآئِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِيْنٍ
“(Ingatlah) ketika Rabbmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku akan ciptakan manusia dari tanah liat.” (Shad: 71)
11. Keyakinan bahwa Allah  menciptakan dunia ini karena Nabi Muhammad .
Padahal Allah  berfirman :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ
“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)

Demikianlah beberapa dari sekian banyak ajaran Tasawuf, yang dari ini saja, nampak jelas kesesatannya. Semoga Allah  menjauhkan kita dari kesesatan-kesesatan tersebut …

Keterkaitan Antara Sufi dengan Kelompok “JI”

Keterkaitan antara Sufi dengan kelompok “JI” (Jama'ah Tabligh dan Ikhwanul Muslimin) sangatlah erat karena pendiri kelompok “JI” ini adalah seorang Sufi. Jama'ah Tabligh, didirikan oleh Muhammad Ilyas Al-Kandahlawi seorang Sufi dari tarekat Jisytiyyah. Dan seiring bergulirnya waktu, Jama'ah Tabligh kemudian berbai’at di atas empat tarekat Sufi: Jisytiyyah, Qadiriyyah, Sahruwardiyyah, dan Naqsyabandiyyah. (Lihat kitab Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, karya Asy-Syaikh Hasan Janahi, hal. 2, 12.)
Adapun Ikhwanul Muslimin, pendirinya adalah Hasan Al-Banna, seorang Sufi dari tarekat Hashafiyyah, sebagaimana yang ia katakan sendiri: “…Di Damanhur aku bergaul dengan kawan-kawan dari tarekat Hashafiyyah dan setiap malamnya aku selalu mengikuti acara hadhrah yang diadakan di Masjid At-Taubah…”
Ia juga berkata: “Terkadang kami berziarah ke daerah Azbah Nawam, karena di sana terdapat makam Asy-Syaikh Sayyid Sanjar, salah seorang dari tokoh tarekat Hashafiyyah.” (Mudzakkiratud Da’wah Wad Da’iyah, hal. 19, 23, dinukil dari kitab Fitnatut Takfir Wal Hakimiyah, karya Muhammad bin Abdullah Al-Husain, hal. 63-64)
Wallahu a’lam bish shawab.

Penulis : Al-Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc

Untukmu Wahai Orangtua Pecinta Dunia Maya

Nasehat asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafidzahullahu Ta’ala

Segala puji hanyalah milik Allah yang menjadikan anak-anak shalih menjadi penyejuk mata bagi kedua orang tuanya yang shalih. Aku bersaksi tiada illah yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, Dialah wali bagi orang beriman. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, Nabi yang paling utama di antara para nabi. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada beliau, keluarga beliau, sahabat-sahabat beliau, serta orang yang mengikuti petunjuk beliau hingga hari kiamat.
Wahai manusia sekalian, perlu diketahui bahwa masyarakat yang baik dibangun di atas pergaulan dan rumah tangga yang baik. Sementara rumah tangga yang baik disokong oleh peran seorang istri yang shalihah. Untuk itu seorang laki-laki muslim wajib memilih istri yang shalihah. Sebagaimana wejangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
Pilihlah wanita karena agamanya, niscaya engkau akan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaihi).
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ
Wanita-wanita shalihah lagi bertakwa, menjaga diri saat ditinggal suaminya.” (QS an-Nisa’: 34) .
Hendaknya seorang laki-laki memilih istri yang shalihah karena dia adalah penopang rumah tangga, pendidik anak-anak sekaligus penjaga rahasia-rahasia suaminya. Adapun makna firman Allah Ta’ala,
[فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَات] yaitu wanita-wanita yang taat kepada Allah.
[حَافِظَاتٌ لِلْغَيْب] yaitu jika suami pergi meninggalkan istri maka sang istri berusaha menjaga dirinya, harta suami, dan anak-anaknya sampai suaminya kembali.
Wahai hamba-hamba ar-Rahman, diantara bentuk doa yang mereka panjatkan,
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ
Wahai Rabb kami anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan yang menyejukkan pandangan.”

Selasa, 09 Juni 2015

Sebuah Kegundahan

Semakin waktu berlalu, semakin pupuslah rasa itu
Untuk sebuah penantian akan waktu
Dari sekian banyak kejadian
Semua akan berubah dalam hitungan
Walau asa masih semburatkan keinginan
Namun hati telah laksanakan
Keinginan jiwa yg mulai enggan

Keambiguan

Seiring waktu berlalu searah
Keambiguan itu akan terjawab sudah
Mereka yang terus bertanya kepayah
Akan tahu jawaban setelah tak lelah
Karena setiap benang takdir kan terajut
Walaupun keinginan manusia selalu ikut
Tetapi disitulah indah kan terpahat
Oleh Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Kuat
Tetapi disanalah jawaban
Sang perajut asa menunggu harapan
Penuh kesabaran dan sedikit kegelisahan
‪#‎maghribsenjaUNYwates‬
#0806201518.13pm
#@arifmy

Pelecut Jiwa

Bertasbihlah 33x, berhamdalah 33x, bertakbirlah 33x,
Perjuangan memang belum usai
kembali untuk melecutkan diri
dibawah lampu mentari
Wahai Jiwa Yang malas
bukankah Tuhanmu tidak pernah malas untuk selalu memberikanmu rejeki
sekiranya semenit saja engkau tidak merasakan nikmatnya udara ini
niscaya engkau menjadi perugi di setiap inci

Jumat, 08 Mei 2015

Tanggung Jawab Pendidikan Orang Tua Terhadap Anak (1)

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya, seorang penguasa adalah pemimpin dan akan ditanya tentang rakyatnya, seorang suami adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang apa yang akan dipimpinnya, seorang istri adalah pemimpin dalam rumah suaminya dan dia akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya" (HR. Bukhari No. 844) 
Para pembaca yang berbahagia yang berbahagia. Ana merupakan nikmat Allah Azza Wa Jalla yang wajib disyukuri oleh kedua orangtua. Orangtua, dalam hal ini ayah dan bunda memikul tanggungjawab yang besar didalam menunaikan hak-hak mereka. Sebuah amanah yang akan ditanya oleh Allah kelak pada hari kiamat. adapun tanggung jawab orangtua terhadap anak yang paling utama dan pertama kali hars ditunaikan sebelum perkara-perkara yang lainnya adalah menyelamatkan mereka dari siksa api neraka. Allah berfirman dalam surat At Tahrim: 6 yang artinya:" Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang diperintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan"
Kalimat "peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka" ditafsirkan oleh Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu" Ajarilah diri-diri kalian dan keluarga kalian dengan kebaikan dan akhlak (Fathul Qadir juz hal 258) Al Imam ath-Thabari berkata, "maka wajib bagi kita untuk mendidik anak-anak kita dengan agama, kebaikan dan akhlak yang baik."Fathul Qadir Juz hal.257) 
Maka sungguh sangat aneh kalau kita perhatikan sebagian orangtua merasa sedih dan galau kalau anak-anaknya bodoh atau prestasinya rendah selama di sekolah. Namun mereka tidak peduli dan hatina tergerak melihat anak-anaknya mengalami kebobrokan iman dan dekadensi moral. Kita dapati pula sebagian orangtua, hati mereka risau melihat anak-anaknya suka membolos ketika sekolah namun sebaliknya merasa nyaman tatkala anak-anaknya didapati tidak hadir dalam shalat berjamaah di masjid atau tidak mengikuti majelis ilmu yang diadakan oleh seorang 'alim. Padahal Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalm telah mengancam kepada orangtua yang demikian keadaanyya, "tidaklah seorang hamba yang diberikan tanggungjawab oleh Allah kemudian dia tidak memberikan nasehat terhadap orang yang berada dibawah tanggungjawabnya maka dia tidak akan mencium bau surga." (HR. Bukhari no. 6617). Allah Berfirman "Katakanlah, "sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang meruikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat." Ingatlah! yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." Qs. Az Zumar:15. Maka perlu diingat bagi orangtua, bahwa kesalahan anda didalam mendidik anaka akan memberikan dampak negatif yang luar biasa besarnya baik terhadap anak itu sendiri, orangtua dan masyarakat bahkan negara. lalu bagaimanakah metode pendidikan yang benar terhadap anak? bersambung bagian ke-2

Senin, 13 April 2015

Jujurlah Kita

Kejujuran adalah sebuah kata yang amat melekat dalam kepripadian seseorang, dengan kata itu maka orang lain akan menghargai diri kita, akan mempercayai diri kita, bahkan mereka akan mencintai orang-orang yang mempunyai sifat ini. Namun untuk menjadi pribadi-pribadi yang jujur, bukan sesuatu yang mudah, banyak halangan dan rintangan yang akan dia alami. Namun bila kita telisik kepribadian Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam, maka beliaulah orang yang paling jujur yang pernah ada di muka bumi ini, bagaimana tidak, Beliau sampai-sampai di beri gelar oleh orang Quraisy pada saat itu dengan sebutan Al Amin "orang yang terpercaya". Nah sebuah kejujuran amatlah penting dalam muamalah kita dengan orang lain, dan muamalah kita dengan Rabb kita (Hablumminallah dan Hablumminannas. Ketika kedustaan merajalela, dan harga sebuah kejujuran sangat mahal, banyak diantara kita yang menginginkan jalan pintas untuk menggapai tujuan yang dicita-citakannya. Tetaplah kejujuran mempunyai nilai yang tak tertandingi dibandingkan dengan jutaan kedustaan yang ada. Bersambung insyaAllah....

Minggu, 15 Februari 2015

Kumpulan Hari

Kehidupan ini tak lebih dari kumpulan hari dimana semakin berlalunya waktu, haripun semakin berkurang, dan semakin berkurangnya hari, semakin sedikitlah sisa kehidupan kita. Sehari tiada terasa bagi mereka yang disibukkan dengan aktivitasnya tetapi begitu lama bagi mereka yang menanti, dan tanpa kita sadari kita telah mencapai dari usia kedewasaan kita dimana dalam ingatan kita mungkin seperti baru selesai SMA, tapi ternyata telah melewati masa kuliahnya dengan gelar akademiknya, dan tiada terasa engkaupun telah memasuki masa ketika engkau akan menjadi bagian dari rumah tangga, apakah sebagai pemimpin rumah tangga, ataupun pembimbing madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dan haripun terus berlalu, sampailah ketika dimana engkau akan menimang cucu yang teramat lucu. Namun harimu pun semakin berkurang sehingga kalaupun dihitung, anak kecilpun akan mampu menghitungnya yang mungkin tidak genap sampai seratus hari ataupun sepuluh hari.

Senin, 02 Februari 2015

Tiga Nikmat Yang Membuatmu Menjadi Raja Dunia

Kenikmatan tersebut adalah:
1. Kesehatan
2. Rasa aman (ga ada pikiran dan stress pekerjaan atau studi /skripsi ^^, semua dilalui dengan optimis dan tawakkal
3. Ada makanan hari tersebut (nikmati dan hadapi dulu hari ini dan berusaha, seringnya kita stress dan mencemaskan masa depan, padahal belum tentu terjadi dan kita hanya bisa diam mencemaskan tanpa berusaha)
Hanya saja kita jarang mensyukuri nikmat Allah, seringnya membandingkan dengan yang di atas kita masalah dunia, padahal nikmat kita banyak, dan belum tentu yang kita lihat bahagia itu benar-benar bahagia.
Contoh nyata misalnya para artis: cantik, ganteng, kaya, terkenal tapi…. Bisa jadi narkoba, kawin cerai dll
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
“Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan
[1] sehat badannya
2] aman pada keluarganya,
[3] dia memiliki makanan pokoknya pada hari itu,
maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya.”
(HR. Ibnu majah, no: 4141, dihasankan oleh syaikh al-albani di dalam shahih al-jami’ush shaghir no. 5918)

Rabu, 27 April 2011

Renungan Inspiratif : “Saya Mau Keluar Saja Dari Tarbiyah!”

Ustadz, dulu ana merasa semangat dalam dakwah. Tapi belakangan rasanya
semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat ternyata
ikhwah banyak pula yang aneh-aneh.” Begitu keluh kesah seorang mad’u
kepada murabbinya di suatu malam.
Sang murabbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam
diri mad’unya. “Lalu, apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan
semua itu?” sahut sang murabbi setelah sesaat termenung.

“Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan
perilaku beberapa ikhwah yang justru tidak islami. Juga dengan
organisasi dakwah yang ana geluti, kaku dan sering mematikan potensi
anggota-anggotanya. Bila begini terus, ana mendingan sendiri saja…”
jawab mad’u itu.

Selasa, 15 Februari 2011

Bunga Yang Istimewa Hanya Untuk yang Istimewa

Bunga adalah simbol kesegaran, keceriaan dan kebahagiaan. Bisa jadi ada makna yang lebih dalam dari penamaan Rasulullah atas putri tercintanya, Fatimah Az Zahra. Az Zahra sendiri berarti "bunga". Tidaklah mengherankan jika Fatimah menjadi anak yang paling disayang dibanding saudara-saudara Fatimah lainnya. Hal itu terlihat dari ungkapan Rasulullah, "Siapa yang membuatnya sedih, berarti juga membuat aku sedih, dan barang siapa menyenangkannya, berarti menyenangkanku pula".

"Bunga" Fatimah yang tumbuh dan berkembang dalam binaan langsung dari ayahanda Rasul yang baik, lemah lembut dan terpuji menjadikannya seorang gadis yang juga penuh kelembutan, berwibawa, mencintai kebaikan plus akhlak terpuji meneladani sang ayah. Maka tidaklah aneh, bunga yang dinisbatkan Rasul menjadi wanita penghulu surga itu menjadi primadona di kalangan para sahabat Rasulullah.

Akhwat Modis Ikhwan genit


Inih ada tulisan menarik, kelihatannya diambil dari sebuah buku karya Martina Rahmi.
Semoga bermanfaat bagi mereka yg remaja dan juga yg ‘mengaku remaja’ , bagi mereka yg punya anak remaja, juga bagi kita semua.
Hmmmm…begitu tipis dan lembutnya perangkap syaithan dalam ‘merayu’ manusia tuk mengikuti ‘iklan-iklan’ mereka.

QS. Al A’raf 16 -17 :
[16]Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, [17]kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).——————————————————————————————-

Beberapa hari yang lalu inne baca buku tentang batasan pergaulan antara ikhwan dan akhwat. Wah sampai ketawa ketiwi coz memang bener sesuai dengan apa yang ana, tmen temen aktivis alami. Kebnayakan seperti itu. Mudah-mudah bisa nyadar dan terbangun dari kekeliruannya selama ini.
Salah satunya ada yang berisi tentang seorang aktivis dakwah “ikhwan” yang suatu saat mengirimi sms kepada seorang akhwat berikut cuplikannya:
Tetap istiqomah, Ukhti. Selamat berjuang. Semoga Allah menyertai anti.
Sender : Ikhwan +62817xxx
Senyum timbul dari cakrawalanya dengan malu-malu. Serasa ada hangat menyelusup dada dan membuat jantung berdegup lebih cepat. Otaknya pun sekejap bertanya, ”Ada apa? Sungguh, bukan apa-apa. Aku hanya senang karena ada saudara yang menyemangatiku.” Si akhwat menyangkal hatinya cepat-cepat. Dan ia bergegas meninggalkan kamarnya, ada dauroh. Ia berlari sambil membawa sekeping rasa bahagia membaca SMS tadi yang sebagian besar bukan karena isinya, melainkan karena nama pengirimnya.
Ana lagi di bundaran HI, Ukhti. Doakan kami bisa memperjuangkan ini.
Sender : Ikhwan +628179823xxx

AKU HANYA SEBUAH TRAFFIC LIGHT


Teruntuk para Mujahid Dakwah Fillah
Dimanapun kita berada
Aku hanya sebuah traffic light yang tidak bisa untuk menyelamatkanmu dari kecelakaan, karena traffic light hanya bisa menunjukkan lampu warnanya. Apakah merah ketika aku menyuruhmu untuk berhenti ataukah kuning yang menyuruhmu untuk berhati-hati ataukah dengan lampu hijau yang menyuruhmu untuk jalan. Itulah kehidupanku, walaupun aku tidak mampu untuk menyelamatkanmu, namun aku telah memberi sebuah peringatan akan setiap yang engkau lakukan. Dan aku hanya bisa sampai disitu. Ketika engkau melanggar apa yang telah kutunjukkan kepadamu , maka itu adalah sebuah konsekuensi dari ketidakmauanmu untuk mendengarkanku. Dan memang itu adalah kehendakmu dan kehendak dari yang Empunya diriku dan dirimu yaitu Allah Azza Wajalla.

Kamis, 25 November 2010

Keterasingan

oleh Zaenal Arifin pada 03 Juli 2010 jam 1:54
Kun fiddunya ka annaka ghorib au 'abirussabil( jadilah engkau di dunia ini aebagai orang asing atau orang yang dalam perjalanan). keterasingan tidak selamanya menyakitkan. terkadang dengan keterasingan itu kita akan mengerti bahwa betapa besar hidayah yang Allah berikan kepada kita. Mungkin keterasingan membuat kita khawatir yang akan membuat kita mengikut arus sungai sampai membuat kita merana karena tujuan yang kita inginkan tidak akan tercapai. namun jadikan keterasingan itu sebagai dayung untuk melawan derasnya arus yang akan membawa kita ke jalan yang terselamatkan. bagaimanakah dengan kehidupan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Beliau adalah orang yang terasing diantara masyarakat mekkah yang menyembah kepada berhala. beliau lebih suka mengasingkan diri di gua hira' untuk berenung akan kebesaran Allah Azza wa jalla. namun lihatlah keterasingan yang di alami oleh kita, tidaklah separah dengan keterasingan Rasulullah pada waktu itu. Beliau terasing dalam lingkungan masyarakat yang menyembah berhala, sedangkan kita terasing dalam lingkungan masyarakat yang menyembah Allah (Islam). betapa besar masalah ummat ini. Kata " K E T E R A S I N G A N " begitu melekat pada mereka yang tetap berpegang terhadap bukhul tali agama yang berlandaskan Al Quran dan As Sunnah. kita bagaikan memegang bara api namun pada akhirnya akan menyisakan suatu kenikmatan yang tak tertandingi yakni surganya Allah Ta'ala.

Sebuah pesan dari keterasingan

oleh Zaenal Arifin pada 23 Agustus 2010 jam 19:02
Ya ma'syaros syabab. Wahai pemuda, sekarang engkau telah kembali di tempat asalmu setelah engkau terasing di tempat ini. Engkau telah kembali dengan seluruh aktivitasmu, aktivitas keduniaan dan keakhiratan. Wahai pemuda selama engkau berada di keterasingan ini engkau pasti telah banyak mengambil pelajaran di dalamnya, pelajaran bahwa engkau adalah terasing diantara para orang2 yg tidak engkau kenal, terasing diantara orang yg hanya mengenal islam dari orangtuanya, terasing diantara orang yg haus akan ilmu. Wahai pemuda engkau telah tahu bahwa di tengah keterasingan itu banyak cobaan dan rintangannya, engkau akan dimakan mereka seperti seekor domba di tengah kawanan serigala atau engkau mampu mengalahkan mereka. Namun engkau mampu bertahan diantara mereka dengan banyak luka yg engkau dapat ketika engkau kembali dari keterasingan itu. Wahai pemuda bersyukurlah kepada Allah yg masih memberikan kekuatan untukmu untuk bertahan walaupun engkau masih belum bisa mengalahkan mereka, terlebih lagi mampu merubah mereka. Wahai pemuda apakah dengan perlawananmu yg hanya sedikit itu mampu merubah mereka? Tidak wahai pemuda. Perlu waktu yg panjang untuk merubah mereka sebagaimana Rasulullah merubah sahabat2nya untuk menjadi pembela islam yg siap mati demi mempertahan agamanya tidak hanya satu hari, satu bulan, terlebih lagi dua bulan. Wahai pemuda Nabi memerlukan waktu bertahun2 untuk merubah mereka. Maka dari itu wahai pemuda di tempat keterasingan ini, merupakan awal untuk masuk di tempat keterasingan yg lebih besar walaupun engkau telah berada di keluargamu, walaupun engkau berada di tengah sahabat2 mu dan berada di lingkunganmu karena sesungguhnya tempat yg engkau tinggali adalah terasing diantara banyaknya lingkungan di sekitarmu terlebih dibandingkan dengan begitu banyak lingkungan di dunia ini. Bahkan zaman ini adalah keterasingan di tengah begitu banyak orang yg melakukan kemaksiatan dari pada orang yg berbuat baik, terlebih keterasingan diantara berjuta2 umat islam.

Peringatan Allah kepada Hamba Nya

oleh Zaenal Arifin pada 25 Agustus 2010 jam 21:28
Wahai hambaKu, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman kepada diriKu dan menjadikan kezaliman itu hasan diantaramu, maka janganlah kamu paling menzalimi. Wahai hambaKu, kamu semua tersesat kecuali yg Aku besi petunjuk. Maka mintalah petunjuk kepadaKu niscaya Aku memberikannya kepadamu. Wahai HambaKu, kamu semua lapar kecuali yg Aku beri makan maka mintalah makan kepadaKu niscaya aku memberikannya kepadamu. Wahai hambaKu, kamu semua telanjang kecuali yg Aku beri pakaian maka mintalah pakaian kepadaKu niscaya Aku memberikannya kepadamu.

Wahai hambaKu, sesungguhnya kamu berbuat salah dimalam dan siang hari, sedangkan Aku mengampuni semua dosa mk mohon ampunlah kepadaKu niscaya Aku akan mengampunimu,

Wahai hambaKu, kamu tidak akan mampu memberi mudharat untukKu sehingga bisa menimpakan mudharat kepadaKu, Dan kamu tidak akan mampu memberi manfaat untukKu sehingga bisa memberi manfaat kepadaKu.

Wahai hambaKu, meskipun yang pertama dan terakhir baik jin maupun manusia diantara kamu berada pada hati orang yg paling bertakwa diantaramu maka hal itu tidak akan menambah apapun terhadap kekuasaanKu.

TEMAN ISTIMEWA

oleh Zaenal Arifin pada 05 September 2010 jam 23:43
Wahai sahabatku pernahkah kita berfikir tentang teman istimewa????

Mungkin kita beranggapan bahwa teman istimewa kita adalah yang paling dekat dengan kita yang akan selalu membantu kita bila kita ketika kita menghadapi masalah. Mungkin teman istimewa kita adalah orang yang selalu ada didekat kita yang selalu menasehati kita ketika kita melakukan kesalahan, yang selalu dan selalu kita lebihkan dibandingkan teman kita yang lain.

Sebuah kisah dari para salaf kita yaitu kisah dari Ubaid bin Umair.
Ubaid bin Umair berkata:" ada seseorang yang memiliki teman istimewa, sebagian dianggap lebih istimewa dari yang lain.Suatu kali ia tertimpa suatu masalah, iapun menemui teman pertamanya yang paling istimewa dan berkata" wahai fulan, saya sedang menghadapi masalah, aku ingin engkau mau membantuku" teman pertama berkata "aku tidak bisa membantumu". iapun beranjak untuk menemui teman yang kedua yang diistimewakan setelah teman pertama dan berkata seperti yang ia katakan kepada teman pertamanya maka Jawabnya" Baiklah aku akan mengantarmu ke tempat tujuan, setelah itu aku akan pulang meninggalkanmu. Orang itupun mendatangi teman ketiga yang ia anggap tidak terlalu istimewa dibanding teman pertama dan kedua. "wahai fulan aku menghadapi masalah aku harap kamu dapat membantuku". teman ketiga menjawab aku akan menemanimu kemanapun engkau pergi dan akan ikut masuk kemanapun kamu masuk"


Universitas Kehidupan

oleh Zaenal Arifin pada 14 September 2010 jam 20:00
Ketika kerjamu tidak dihargai
maka engkau belajar tentang keikhlasan
ketika engkau disakiti
maka engkau belajar tentang memaafkan
ketika engkau berinteraksi dengan temanmu
maka engkau belajar  tentang saling menghargai
ketika engkau didzolimi
maka engkau belajar tentang kesabaran
ketika engkau diberi sesuatu oleh orang lain
maka engkau belajar tentang mensyukuri
ketika engkau sendirian
maka engkau belajar tentang untuk mandiri
ketika engkau di kegelapan malam tanpa cahaya
maka engkau belajar tentang kehidupanmu di alam kubur kelak
ketika engkau dalam sebuah perjalanan
maka engkau belajar tentang kampung halamanmu yang sebenarnya
dan ketika engkau sholat
maka engkau belajar tentang tujuanmu diciptakan ke muka bumi ini
ketahuilah bahwa engkau tengah berada
di Universitas Kehidupan
tempat dimana engkau belajar menjadi manusia  yang seutuhnya.

Makassar, 6/10/1431 H
9:54 AM