Tingkatan seorang muslim

Seorang Muslim hendaknya berilmu sebelum mengamalkan apa yang ia ketahui, kemudian mendakwahkannya

Keutamaan Shalat Isroq

Setiap muslim tentunya menginginkan pahala yang besar dari setiap ibadahnya, salah satunya shalat isroq yang dilalaikan pada saat ini

Tips menghafal Al Qur'an bagi orang sibuk

Kurangnya pengetahuan kita mengenai manajemen waktu membuat kita belepotan dalam menghafal.

Bunga Yang Istimewa Hanya untuk Yang Istimewa

Allah telah menjamin bagi orang-orang yang selalu memperbaiki diri, dengan pasangan yang memperbaiki diri. begitu juga yang Istimewa sebagaimana diibaratkan cermin

Tips Menjemput Jodoh

Jodoh adalah persoalan yang sensitif bagi ereka yang merasa berumur, mari mempersiapkan diri

Minggu, 18 Desember 2011

Hukum CADAR Menurut Ulama 4 Madzhab


Wanita bercadar seringkali diidentikkan dengan orang arab atau timur-tengah. Padahal memakai cadar atau menutup wajah bagi wanita adalah ajaran Islam yang didasari dalil-dalil Al Qur’an, hadits-hadits shahih serta penerapan para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam serta para ulama yang mengikuti mereka. Sehingga tidak benar anggapan bahwa hal tersebut merupakan sekedar budaya timur-tengah.

Berikut ini sengaja kami bawakan pendapat-pendapat para ulama madzhab, tanpa menyebutkan pendalilan mereka, untuk membuktikan bahwa pembahasan ini tertera dan dibahas secara gamblang dalam kitab-kitab fiqih 4 madzhab. Lebih lagi, ulama 4 madzhab semuanya menganjurkan wanita muslimah untuk memakai cadar, bahkan sebagiannya sampai kepada anjuran wajib. Beberapa penukilan yang disebutkan di sini hanya secuil saja, karena masih banyak lagi penjelasan-penjelasan serupa dari para ulama madzhab.
Madzhab Hanafi

Sabtu, 10 Desember 2011

Tentang Qunut Nazilah (2)


Melihat pentingnya pembahasan tentang Qunut Nazilah pada kondisi sekarang ini, juga dikarenakan banyak manusia yang belum memahami hukum dan tata caranya, maka kami akan menjelaskan perihal Qunut Nazilah, hukum dan tata caranya sesuai dengan Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Penjelasan ini kami bagi menjadi beberapa bagian:
Pertama: Qunut Nazilah disyariatkan ketika terjadi musibah besar, dan boleh dilakukan pada semua shalat wajib yang lima.
Banyak dalil yang mendasari hal ini, antara lain:
Pertama: Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu: “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berdoa Qunut selama sebulan penuh, beliau mendoakan keburukan terhadap Ri’lan dan Dzakwan serta ‘Ushayyah yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya” [HR. Bukhari-Muslim, dengan lafadz Muslim]
Kedua: Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu: “Suku Ri’lan, Dzakwan, Ushiyyah, dan Bani Lihyan meminta bantuan orang kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam untuk berlindung dari musuh, beliau Shallallahu’alaihi Wasallam memberikan bantuan 70 orang Anshor yang kami sebut sebagai Qurra’. Kebiasaan para sahabat yang disebut Qurra’ ini adalah mereka pencari bakar di siang hari dan menegakkan shalat lail di malam hari. Ketika 70 ornag Anshor ini berada di perjalanan dan sampai di sumur Ma’unah, mereka dibunuh dan dikhianati oleh suku Ri’lan, Dzakwan, Ushiyyah, dan Bani Lihyan. Berita ini sampai kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, maka beliau melakukan Qunut Nazilah selama sebulan pada shalat shubuh mendoakan kehancuran terhadap suku Ri’lan, Dzakwan, Ushiyyah, dan Bani Lahyan. Anas berkata: ” Kami pernah membacanya ayat Qur’an diturunkan tentang orang-orang yang dibunuh di sumur Ma’unah tersebut , kemudian ayat tersebut diangkat (mansukh) sesudah itu. (Yaitu ayat)

Tentang Qunut Nazilah (1)

Bersamaan dengan turunnya berbagai musibah dahsyat yang menimpa kaum muslimin berupa peperangan, penganiayaan, bencana alam dan lain-lainnya terutamanya di Iraq, Palestin, Afghanistan, Chechnya dll, maka perlunya dijelaskan secara ringkas mengenai Sunnah Qunut Nazilah yang merupakan Sunnah yang dipraktikkan oleh Rasulullah saw pada keadaan yang seperti ini dan juga merupakan salah satu bentuk keperihatinan seorang muslim kepada saudaranya apabila hanya mampu menolong saudaranya dengan doa ini.
Diharapkan kepada Allah Taala semoga tulisan ini bermanfaat untuk kaum muslimin dan mempererat hubungan ukhuwwah islamiyyah antara Muslimin.

Jumat, 09 Desember 2011

Sebuah Kegalauan

oleh Arif Zaenal Arifin pada 9 Desember 2011 pukul 15:00
Bismillah
Ketika panggilan itu kembali bertalu, tidak ada kata untuk menolaknya. Entah apa karena sedikitnya job yang kupunya ataupun karena amat susah untuk menolaknya. Itulah sebuah amanah yang tidak pernah lengang dari hidupku. Bila suatu pepatah mengatakan tiada hari tanpa belajar, maka untukku tiada hari tanpa mengajar. Bukan karena ku tak mampu untuk memikulnya namun karena begitu berat pertanggungjawabannya disisiNya. Ya Robb…. Engkau lebih tahu kekuranganku, Engkau lebih tahu kelemahanku, Engkau lebih tahu kemampuanku. Tersadar akan sebuah kehidupan yang amat singkat ini. Tersadar bahwa amat sedikit perbekalanku menuju kampungku. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Kesempatan emas untuk mendulang pahala. Namun aku tersadar bahwa perjuangan ini tidak mampu untuk dipikul sendiri. Jalan yang curam diperlukan penunjuk jalan agar tidak tersesat sampai tujuan. Begitu dekat taman bunga namun begitu jauh kumelihatnya. Tidak ada yang istimewa untuk sekarang ini.  Kusitir sebuah syair untuknya:

Facebook ooh Facebook

oleh Arif Zaenal Arifin pada 9 Desember 2011 pukul 15:19
Tersadar bahwa engkau telah membuka hijabku yang begitu rapat kututup dari orang-orang disekitarku
Betapa bodohnya diriku, begitu banyak yang engkau ketahui dariku sedangkan aku tidak mengenalmu sama sekali
Hamper setiap hari aku merindukanmu, bahkan bila tidak berjumpa denganmu walaupun satu jam saja, perasaan risau selalu menggelayutiku
Terkadang aku lalai dari amanah dakwahku karenamu, engkau mengenalkanku pada mereka yang tak pernah aku ketahui orangnya. Dan merekapun kebanyakan bukan mahramku, orang yang tidak aku kenal, dan engkaupun membuatnya menjadi seakan telah kenal. Padahal sehari-hari aku selalu menutup diri dari pergaulan seperti ini.