Tingkatan seorang muslim

Seorang Muslim hendaknya berilmu sebelum mengamalkan apa yang ia ketahui, kemudian mendakwahkannya

Keutamaan Shalat Isroq

Setiap muslim tentunya menginginkan pahala yang besar dari setiap ibadahnya, salah satunya shalat isroq yang dilalaikan pada saat ini

Tips menghafal Al Qur'an bagi orang sibuk

Kurangnya pengetahuan kita mengenai manajemen waktu membuat kita belepotan dalam menghafal.

Bunga Yang Istimewa Hanya untuk Yang Istimewa

Allah telah menjamin bagi orang-orang yang selalu memperbaiki diri, dengan pasangan yang memperbaiki diri. begitu juga yang Istimewa sebagaimana diibaratkan cermin

Tips Menjemput Jodoh

Jodoh adalah persoalan yang sensitif bagi ereka yang merasa berumur, mari mempersiapkan diri

Kamis, 25 November 2010

Waktuku

oleh Zaenal Arifin pada 25 Oktober 2010 jam 22:22
kesabaran itu memerlukan suatu pengorbanan. paling minimal kita berkorban waktu kita. namun jangan biarkan waktu itu berlalu begitu saja tanpa ada manfaat yang bisa didapat darinya. karena Allah Azza Wa jalla bersumpah atas nama makhluknya yaitu waktu bahwa manusia itu benar-benar dalam keadaan yang merugi. Qs. Al Asr: 1-3 maka gunakanlah waktu itu dengan sebaik-baiknya karena dia ibarat pedang yang siap memotong siapa saja yang tidak memanfaatkannya.

Catatan Akhir Pekan(1)

Setelah kuberistirahat dari apa yang biasa kulakukan untuk menyiapkan sebuah kekuatan untuk menghadapi tantangan sebuah kehidupan, disamping begitu banyak tragedi yang mengiris hati untuk para saudaraku sesama muslim disana, aku mulai tersadar tentang sebuah realita kehidupan. Yaitu begitu banyak kelalaian yang kita lakukan selama ini. lihatlah ketika Allah Azza Wajalla memberikan kita sebuah ujian, adzab, atau teguran atas apa yang selama ini kita lalai terhadapnya kita bukan malah kembali kepadanya namun malah semakin terlena akan kelalaian kita.
wahai saudaraku begitu mangkirnya kita terhadap apa yang selama ini kita lalaikan, membuat Allah Subhanahu wa Ta'ala mendatangkan ujian, adzab dan teguran itu secara berentetan, dimulai dari tsunami di aceh yang menewaskan begitu banyak saudara kita, banjir bandang di wasior papua, hingga ujian, adzab, atau teguran dengan meletusnya gunung merapi di yogyakarta.
wahai saudaraku aku mengerti bahwa kita hidup pada akhir dari zaman ini, banyak diantara kita tahu bahwa kiamat itu tidak akan terjadi kecuali setelah berbagai macam kerusakan di muka bumi ini. namun janganlah kita menjadi bagian dari yang menjadi penyebab adzab dan murka Allah itu diberikan kepada saudara kita. dan janganlah kita yang menjadi penyebab dari kiamat itu disegerakan.
kiamat-kiamat kecil telah bermunculan tinggal menunggu dari kiamat-kiamat besar yang bermunculan.
wallahu A'lam

Pernahkah kita berfikir tentang hari berkurban

oleh Zaenal Arifin pada 14 November 2010 jam 2:23
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepatnya. setelah dua bulan yang lalu kita melaksanakan ibadah puasa, namun sekarang dan tak lama lagi kita akan memasuki Hari Raya Idul Adha yang diidentikkan sebagai Hari Raya kurban. terlepas dari persoalan yang selalu menjadi dilema bagi kaum muslimin di Indonesia yang selalu saja memiliki problem yang tidak pernah selesai yaitu mengenai penatapan hari Raya. Dimulai pada era setelah Reformasi berlalu sampai saat ini, kaum muslimin selalu saja tersandung pada masalah penentuan waktu hari Raya.
Dan itulah lika-liku kehidupan kaum muslimin di Indonesia.
wahai Sahabatku permasalahannya sekarang adalah tentang dilema kapan orang puasa arafah???
ada yang mengatakan hari senin dengan hujjah hari senin adalah hari dimana orang yang berhaji melakukan wukuf di arafah dan ada yang mengatakan hari selasa karena hilal yang ada di indonesia tidak nampak pada malam senin.

Demonstrasi, Solusi atau Polusi????

Oleh Syaikh Su’aiyyid bin Hulaiyyil Al-Umar


Segala puji bagi Allah yang telah mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya diatas segenap agama, dan cukuplah Allah sebagai saksi.

Semoga shalawat serta salam atas Nabi kita Muhammad, pengemban ajaran yang bersih dan murni, demikian juga atas keluarga, para sahabat dan pengikutnya, serta siapa saja yang meneladani dan berpedoman pada ajaran beliau sampai hari kiamat nanti. Amma ba’du.

Di dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan kita agar menetapi jalan petunjuk yang lurus dengan firman-Nya.

“Artinya : Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalaj jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya, yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa” [Al-An’am : 153]

Allah melarang kita menyelisihi ajaran Nabi-Nya dengan firmanNya.

“Artinya : Hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” [An-Nur : 63]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan kita melalui sabdanya.

Refleksi Sebuah Nasehat

 15 November 2010 jam 15:02
Wahai orang yang menyiapkan hari esok untuk bertaubat kepada-NYa
Apakah engkau yakin akan kehadiran hari esok itu
Seorang manusia tergelincir dalam angan-angannya
Sementara kematian selalu mengintip dan mengincarnya
Hari-hari dalam umurmu hanyalah hitungan hari-hari
Kemungkinan harimu adalah hitungan yang terakhir kali
Kesiapanmu untuk melangkahkan hati yang setengah
Tidak akan menambah bekal yang akan engkau tambah
Terlebih untuk  mengarungi samudera yang tiada terarah
Zamanpun begitu fana untuk dinanti
Alampun begitu marah kepada para penghuni
ENggan menyapa bagi hati yang tak berhati
Akan sebuah harapan yang tak pasti
Lalu yang tersisa hanyalah tubuh yang tak berarti

Kullu nafsin dzaaikotul maut
Fainnama tuwaffauna ujuuroqum yaumal qiyamah
Faman zuhziha 'anin Naar wa udhkilal Jannah
Faqood Fazz
Wamal Khayaatud dunnya Illa Mataa'ul Ghurur.(Al Imron: 185)

Alladzi kholaqol mauta wal khayaata
Liyabluwakum  Ayyukum ahsanu amala wahuwal 'azizul Ghofur (Al Mulk:2)
Sungguminasa, 9/10 Dzulhijjah 1431 H 6:44AM
AHF ZNA