Tingkatan seorang muslim

Seorang Muslim hendaknya berilmu sebelum mengamalkan apa yang ia ketahui, kemudian mendakwahkannya

Keutamaan Shalat Isroq

Setiap muslim tentunya menginginkan pahala yang besar dari setiap ibadahnya, salah satunya shalat isroq yang dilalaikan pada saat ini

Tips menghafal Al Qur'an bagi orang sibuk

Kurangnya pengetahuan kita mengenai manajemen waktu membuat kita belepotan dalam menghafal.

Bunga Yang Istimewa Hanya untuk Yang Istimewa

Allah telah menjamin bagi orang-orang yang selalu memperbaiki diri, dengan pasangan yang memperbaiki diri. begitu juga yang Istimewa sebagaimana diibaratkan cermin

Tips Menjemput Jodoh

Jodoh adalah persoalan yang sensitif bagi ereka yang merasa berumur, mari mempersiapkan diri

Kamis, 11 Agustus 2011

100 catatan penutup Mahasiswaku


Alhamdulllah aku bukan mahasiswa lagi, tapi aku berharap bisa menjadi mahasiswa lagi entah tahun ini atau akan datang.
beribu kenangan yang indah di kampus orange ini. tidak akan kulupa mulai dari proses ospek hingga laporan yang terpantul pantul seperti bola akan selalu kuingat. dan sekarang masa depan yang masih putih akan kuarungi untuk ku ukir dengan tinta pengalamanku .

"Mbak Kulo Kimia"


Motivasi itu masih ada dalam diriku walaupun sudah ada semenjak 9 tahun yang lalu ketika masuk di kelas I D di madrasah Tsanawiyah model pare, bertepatan pada hari itu pelajaran fisika yang di ajar oleh pak yono. ketika itu bapak yono menjelaskan mengenai pembagian-pembagian ilmu pengetahuan alam (IPA). bapak bertanya kepada kami mengenai itu maka banyak yang menjawab IPA itu dibagi menjadi dua tapi aku malah menjawab  dibagi 3. maka langsung saja pak yono memandangiku dan bertanya dengan logat jawanya ' kau zaenal lhakok mbok jawab telu opo2 ae kui sebutne se (lha kenapa dijawab  3 apa2 saja itu sebutkan), maka kujawab "pertama fisika kemudian biologi dan ketiga kimia pak"jawabku.  "kenapa disebutkan kimia" tanya pak yono , maka kujawab "mergakne mbak kulo belajar kimia". Namun karena pak yono sudah tua dan mungkin pendengarannya rada'2 tul maka " ia kaget " haa mbak kulo kimia( haa kakakmu kimia)"maka sontak teman2ku tertawa "bukan pak tapi mbak saya belajar kimia"belaku. dan itulah sapaanku kemudian oleh pak yono ketika aku belajar pelajarannya yaitu fisika. "mbak kulo kimia"

6 tahun sesudahnya Alhamdulillah aku lulus di Universitas Negeri Makassar dengan jurusan kimia. entah aku rasa ini takdirku dari kata-kata itu "mbak kulo kimia" akhirnya empat tahun aku bergelut  dengan kimia hingga saat ini dan ternyata pada akhir studiku ini aku tahu bahwa memang kakakku itu adalah jurusan kimia karena disinilah aku belajar mengenai jati diriku. aku belajar mengenai kebesaran Allah yang telah menciptakan atom yang begitu kecil dan sebagainya. dan pada saat ini, aku masih tetap teringat sambil tersenyum bahwa mbak kulo kimia.

sungguminasa, catatan motivasikiu

Bukan Laskar Pelangi

Bismillah Wal Hamdulillah atas sebuah kesyukuran yang tidak terhingga atas rahmat serta hidayah yang Allah subhanahu Wata'ala berikan kepada hambaNya. ceritaku dimasa ketika aku menginjakkan kaki di bangku Madrasah Ibtidaiyah YPSM di Desa yang aku cintai yaitu desa Lamong, entah apa yang ada dibenakku waktu itu ketika ibuku mengantarkanku masuk sekolah di hari pertama dengan naik sepeda. Walaupun sekolah ini tidak asing bagiku karena hampir setiap hari aku melewatinya untuk sekolah di TK Aisyiyah Bustanul Atfal V yang berdampingan dengan sekolah ini. Namun itulah yang terjadi di hari pertama aku belajar di Madrasah ini. Aku tidak terlalu ambil pusing apakah aku masuk di SD atau Madrasah Ibtidaiyah waktu itu, tetapi suasana ini adalah suasana yang lain dimana disinilah aku akan menempuh pendidikanku selama 6 tahun Insyaallah. Dengan teman yang sama dari TK akupun duduk di kelas satu. Sekolah ini tidak memiliki keistimewaan namun aku hanya tahu bahwa sekolah ini adalah sekolah nya kaka-kakakku dulu.  Memang aku adalah anak terakhir dari delapan bersaudara dan hampir semua kakaku sekolah di sini kecuali dua kakak pertama dan keduaku karena sebelumnya keluargaku tinggal di desa seberangnya yaitu desa Bringin. Kami satu kelas ada 11 orang , itulah teman-temanku sampai aku lulus dan sekolah di Madrasah Tsanawiyah Model Pare( Bersambung)

Renungan


Sebuah kehidupan tidak akan pernah lekang dari namanya masalah, namun tergantung dari bagaimana menyikapi masalah tersebut.
kehidupan tanpa adanya masalah seperti makan nasi tanpa garam tetapi bila kebanyakan garam maka makananpun akan terasa tidak enak, terlebih bila tanpa garam maka rasanya akan hambar. saudaraku masalah bisa diartikan penyimpangan dari rencana dengan kenyataan yang terjadi, namun saudaraku pernahkah kita berpikir dengan adanya masalah maka hidup kita akan berubah, pola pemikiran kita juga akan berubah. maka kan kusambut masalah itu dengan baik

Renungan Malamku

apa sesudah ini?? itulah yang menggelayuti pikiranku saat ini. gelar SPd sudah ada di depan mata, namun masih mengambang sebuah masa depan yang masih putih tak tergambar. ternyata beginilah hidup. setelah kita mengejar apa yang kita cari tetapi pada akhirnya bingung terhadap apa yang kita dapat. begini pale kalau mau selesai. kupikir begitu tersiksanya semester 1-5 dahulu untuk kejar asisten, begadang sampai pagi, sampai2 mesin ketik masuk juga dalam tas, laporan yg tak kunjung di ACC terus terpantul begitu saja setelah selesai dikerja naik sepeda panas2 ke kampus, hujan2 naik sepeda ke kampus sampai2 laporan dan bukupun basah kena air. itulah kehidupanku. huft sekarang aku telah berbeda. tidak ada lagi laporan, tidak ada lagi tugas asistensi, bahkan mask lab pun sudah jarang. capek lihat bahan dan baunya.
sebuah nasehat ulama
Ketahuilah bahwa setiap nikmat selain daripada nikmat surga maka itu akan hilang dan setiap ujian(musibah) selain daripada musibah neraka pasti itu adalah kebaikan.

tinggal aplikasi dari ini semua.
Wallahu '
A'lam