Ramadhan telah
berlalu dan momentum introspeksi diri pun –insya Allah- telah
dilakukan. Apakah kita telah puas dengan keadaan kalbu kita ataukah merasakan
kekurangan dan melakukan perbaikan di bulan mulia tersebut? Mudah-mudahan kita
termasuk yang kedua.
Setelah kita bersusah
payah mengeluarkan dan mengorbankan waktu, tenaga dan harta milik kita untuk
merubah keadaan menjadi lebih baik dan sempurna. Perlu sekali kita mengecek
hasilnya, apakah kalbu kita telah sehat kembali ataukah masih sakit atau malahan
semakin keras –Wal’iyadzubillah-?










