Tingkatan seorang muslim

Seorang Muslim hendaknya berilmu sebelum mengamalkan apa yang ia ketahui, kemudian mendakwahkannya

Keutamaan Shalat Isroq

Setiap muslim tentunya menginginkan pahala yang besar dari setiap ibadahnya, salah satunya shalat isroq yang dilalaikan pada saat ini

Tips menghafal Al Qur'an bagi orang sibuk

Kurangnya pengetahuan kita mengenai manajemen waktu membuat kita belepotan dalam menghafal.

Bunga Yang Istimewa Hanya untuk Yang Istimewa

Allah telah menjamin bagi orang-orang yang selalu memperbaiki diri, dengan pasangan yang memperbaiki diri. begitu juga yang Istimewa sebagaimana diibaratkan cermin

Tips Menjemput Jodoh

Jodoh adalah persoalan yang sensitif bagi ereka yang merasa berumur, mari mempersiapkan diri

Jumat, 25 Mei 2012

Aku hanya ingin menulis

Aku hanya ingin menulis..............
sebuah masa depan yang indah yang dilalui dengan begitu banyak arang melintang
sebuah kenangan yang akan menjadi pelecutku ntuk tidak mengatakan bahwa aku menyerah
bukan pula sebuah kenangan manis yang tak terhapus oleh desiran angin yang lembut

walaupun mata tlah lelah untuk melihat
dan badanpun telah tak mampu berdiri
namun hati yang tiada henti
untuk mengatakannnya

INNI UKHIBBUKUM FILLAH



Kisah Pemuda dan Tukang Sihir “Ashhabul Ukhdud”, Bila Akidah Jadi Pilihan


Peristiwa Ashhabul Ukhdud adalah sebuah tragedi berdarah, pembantaian yang dilakukan oleh seorang raja kejam kepada jiwa-jiwa kaum muslimin, ini merupakan kebiadaban dan tindakan tak berpreikemanusiaan; namun akidah tetaplah harus dipertahankan, karena dengannyalah kebahagiaan yang abadi akan diperoleh. Allah mengisahkan kejadian tragis ini dalam Alquran dengan firman-Nya:
“Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Buruju: 4-7)
Para ahlul ilmi sedikit berselisih dalam menafsirkan siapakah Ashhabul Ukhdud. Sebagian di antara mereka (ahlul ilmi) mengatakan bahwa mereka (Ashhabul Ukhdud) adalah suatu kaum yang termasuk orang-orang ahli kitab dari sisa-sisa orang Majusi.
Ibnu Abbas dalam suatu riwayat mengatakan: “Mereka adalah sekelompok manusia dari bani Isra’il. Mereka menggali parit yang luas di suatu tempat kemudian menyalakan api, orang-orang berdiri dihadapkan kepada parit, baik laki-laki maupun wanita, kemudian mereka dilemparkan ke dalamnya. Mereka menganggap bahwa dia adalah Daniel dan para sahabatnya.”

Minggu, 15 April 2012

Sungguh Aku Beruntung

Aku masih beruntung.
melihat betapa banyaknya orang yang menempuh perjalanan yg berkilo-kilometer untuk ke sekolah dengan berjalan kaki

Aku masih beruntung
melihat betapa banyak orang yang putus sekolah akibat kekurangan biaya

Aku masih beruntung
melihat banyak orang yang tidak memiliki kaki mereka untuk berjalan

Aku masih beruntung
melihat banyak orang yang tidak memiliki kedua orangtuanya

Minggu, 25 Maret 2012

Perlu sebuah judul

Ketika matapun mulai sayu
dihinggapi oleh keletihan yang terpaku
merajut sebuah harapan yang terlalu
akan sebuah kehidupan yang tak sembilu


Alangkah bahagia bila tak terpilu
Raut muka yang kan selalu tertipu
Ilmu, iman dan amal yang mulai tergerus oleh sang waktu
Fatamorgana dunia yang mulai membutakan hatiku
Ikrar janji itu kan selalu kuingat dalam diriku
Nyawapun kan menjadi taruhanku

"Lailaaha illallah"

"amut syahiidan"

Rabu, 18 Januari 2012

Hukum Berwudhu Di WC

ما حكم من يتوضأ داخل الحمام، وهل يجوز وضوءه؟
Pertanyaan, “Apa hukum seorang yang berwudhu di dalam WC? Sahkah wudunya?”
لا بأس أن يتوضأ داخل الحمام، إذا دعت الحاجة إلى ذلك، ويسمي عند أول الوضوء، يقول: “بسم الله”؛ لأن التسمية واجبة عند بعض أهل العلم، ومتأكدة عند الأكثر، فيأتي بها وتزول الكراهة؛ لأن الكراهة تزول عند وجود الحاجة إلى التسمية، والإنسان مأمور بالتسمية عند أول الوضوء، فيسمى ويكمل وضوءه.
Jawaban Syaikh Ibnu Baz, “Tidaklah mengapa berwudhu di dalam WC jika memang ada kebutuhan untuk berwudhu di dalam WC dan tetap menyebut nama Allah dengan lisan di awal wudhu dengan mengatakan, ‘bismillah’. Menyebut nama Allah dalam wudhu menurut sejumlah ulama hukumnya adalah wajib dan sunnah muakkadah menurut mayoritas ulama. Orang yang berwudhu di dalam WC tetap menyebut nama Allah dan hukum makruhnya menyebut nama Allah di dalam WC dalam kondisi ini tidak berlaku. Hukum makruh itu hilang alias tidak berlaku jika ada kebutuhan. Dalam kondisi ini ada kebutuhan untuk menyebut nama Allah karena kita diperintahkan untuk menyebut nama Allah di awal wudhu. Sehingga orang yang berwudhu di WC tetap menyebut nama Allah dengan lisan dan berwudhu hingga selesai.
وأما التشهد فيكون بعد الخروج من الحمام – وهو محل قضاء الحاجة – فإذا فرغ من وضوئه يخرج ويتشهد في الخارج.
Sedangkan bacaan setelah wudhu itu diucapkan setelah keluar dari WC alias tempat buang hajat. Setelah selesai berwudhu keluar dari WC lalu membaca bacaan setelah wudhu di luar WC.
أما إذا كان الحمام لمجرد الوضوء ليس للغائط والبول، فهذا لا بأس أن يأتي بها فيه؛ لأنه ليس محلاً لقضاء الحاجة.
Jika kamar mandi tersebut hanyalah untuk tempat berwudhu bukan untung berak atau kencing maka membaca bismillah ketika wudhu di tempat ini hukumnya adalah tidak mengapa karena makruh menyebut nama Allah di dalam kamar mandi hanya berlaku untuk tempat buang hajat, berak atau kencing”
[Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawi’ah karya Ibnu Baz juz 10 hal 28, terbitan Dar Ashda’ Buraidah cet ketiga 1428 H].
Kebanyakan kamar mandi di Saudi biasa terpisah dengan WC (tempat buang hajat).(ed)