Ana mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1433 H semoga Ramadhan tahun ini menjadi ajang memperbanyak Amal Sholeh Kita. Aamiin
Tingkatan seorang muslim
Seorang Muslim hendaknya berilmu sebelum mengamalkan apa yang ia ketahui, kemudian mendakwahkannya
Keutamaan Shalat Isroq
Setiap muslim tentunya menginginkan pahala yang besar dari setiap ibadahnya, salah satunya shalat isroq yang dilalaikan pada saat ini
Tips menghafal Al Qur'an bagi orang sibuk
Kurangnya pengetahuan kita mengenai manajemen waktu membuat kita belepotan dalam menghafal.
Bunga Yang Istimewa Hanya untuk Yang Istimewa
Allah telah menjamin bagi orang-orang yang selalu memperbaiki diri, dengan pasangan yang memperbaiki diri. begitu juga yang Istimewa sebagaimana diibaratkan cermin
Tips Menjemput Jodoh
Jodoh adalah persoalan yang sensitif bagi ereka yang merasa berumur, mari mempersiapkan diri
Selasa, 24 Juli 2012
Jumat, 13 Juli 2012
Agar Para Nabi dan Syuhada Cemburu Padamu
Dari Abu Malik Al-Asy’ary, bahwa suatu ketika, setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyelesaikan sholatnya, maka beliau menghadap ke arah orang-orang dan bersabda,”Wahai manusia, dengarkan, pikirkan, dan amalkanlah. Sesungguhnya Allah azza wajalla memiliki hamba-hamba, yang mereka itu bukan para nabi dan bukan pula syuhada’, namun para nabi dan syuhada’ berharap seperti diri mereka, yang duduk bersanding dan dekat dengan Allah.“
Lalu datang seorang arab Badui di pinggir kerumunan orang-orang lalu menunjukkan jarinya ke arah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, seraya berkata,”Wahai nabi Allah, ada orang-orang yang mereka itu bukan nabi dan bukan pula syuhada’, yang para nabi dan syuhada’ itu berharap sekiranya seperti mereka, karena kedekatan mereka dengan Allah. Beritahukanlah kepada kami bagaimana gambaran mereka?“
Senin, 09 Juli 2012
Apa Arti Kehidupan Ini
Sebagian orang mungkin bertanya; apa arti kehidupan ini? Kalau kita
cermati akan banyak sekali jawaban untuk satu pertanyaan ini. Sebagian
menjawab, bahwa kehidupan adalah uang. Sehingga setiap detik hidup ini
yang dicari adalah uang. Artinya apabila dia tidak memiliki uang,
seolah-olah kehidupannya telah hilang. Sebagian lagi menjawab, bahwa
kehidupan adalah kedudukan. Sehingga setiap detik yang dicari adalah
kedudukan. Sebagian lagi memandang bahwa kehidupan adalah kesempatan
untuk bersenang-senang. Maka bagi golongan ini kesenangan duniawi adalah
tujuan utama yang dicari-cari.
Jumat, 25 Mei 2012
Aku hanya ingin menulis
Aku hanya ingin menulis..............
sebuah masa depan yang indah yang dilalui dengan begitu banyak arang melintang
sebuah kenangan yang akan menjadi pelecutku ntuk tidak mengatakan bahwa aku menyerah
bukan pula sebuah kenangan manis yang tak terhapus oleh desiran angin yang lembut
walaupun mata tlah lelah untuk melihat
dan badanpun telah tak mampu berdiri
namun hati yang tiada henti
untuk mengatakannnya
INNI UKHIBBUKUM FILLAH
sebuah masa depan yang indah yang dilalui dengan begitu banyak arang melintang
sebuah kenangan yang akan menjadi pelecutku ntuk tidak mengatakan bahwa aku menyerah
bukan pula sebuah kenangan manis yang tak terhapus oleh desiran angin yang lembut
walaupun mata tlah lelah untuk melihat
dan badanpun telah tak mampu berdiri
namun hati yang tiada henti
untuk mengatakannnya
INNI UKHIBBUKUM FILLAH
Kisah Pemuda dan Tukang Sihir “Ashhabul Ukhdud”, Bila Akidah Jadi Pilihan
Peristiwa Ashhabul Ukhdud adalah sebuah tragedi berdarah, pembantaian yang dilakukan oleh seorang raja kejam kepada jiwa-jiwa kaum muslimin, ini merupakan kebiadaban dan tindakan tak berpreikemanusiaan; namun akidah tetaplah harus dipertahankan, karena dengannyalah kebahagiaan yang abadi akan diperoleh. Allah mengisahkan kejadian tragis ini dalam Alquran dengan firman-Nya:
“Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Buruju: 4-7)
Para ahlul ilmi sedikit berselisih dalam menafsirkan siapakah Ashhabul Ukhdud. Sebagian di antara mereka (ahlul ilmi) mengatakan bahwa mereka (Ashhabul Ukhdud) adalah suatu kaum yang termasuk orang-orang ahli kitab dari sisa-sisa orang Majusi.
Ibnu Abbas dalam suatu riwayat mengatakan: “Mereka adalah sekelompok manusia dari bani Isra’il. Mereka menggali parit yang luas di suatu tempat kemudian menyalakan api, orang-orang berdiri dihadapkan kepada parit, baik laki-laki maupun wanita, kemudian mereka dilemparkan ke dalamnya. Mereka menganggap bahwa dia adalah Daniel dan para sahabatnya.”











